MASA KECILKU (2)

setelah aku mulai sembuh dari sakit, aku di taruh di rumah nenek lagi, karena nenekku ingin dia saja yang merawat, agar ngga kejadian lagi sakit yang pernah aku alami. di rumah nenek aku tinggal bersama dengan kakek, hanya bertiga dengan mereka. aku saat itu usia 8th, aku sangat di manja setelah sakit itu, kadang-kadang seminggu sekali orang tuaku mendatangiku, tapi ngga ada sudah perasaan untuk sayang kepada mereka berdua.kalau aku lihat dari sudut pandang anak kecil, orang tuaku makin sayang, tapi aku dah ngga sayang.aku masih dendam sama mereka.



aku sebenarnya kasihan sekali ama bapak dan emakku, karena mereka kini kayaknya harus kehilangan aku, aku tapi juga benci sama mereka, yang dengan seenaknya sendiri percaya sama orang lain di banding ama anaknya sendiri, aku benci sama orang tua yang kayak gitu, aku mending ngga mengakui orangtua dan menganggap mereka telah mampus.



aku kasihan banget sama kakek dan nenekku, yang harus merawatku, padahal mereka ngga ada pekerjaan tetapi harus merawat dan membesarkan aku, dengan pekerjaannya di sawah, mereka berdua harus membesarkan aku. seandainya aku boleh minta permintaan sama Tuhan, aku ingin diambil saja nyawaku ini, dari pada hidup harus membuat seluruh keluargaku bermusuhan dan juga membuat mereka semua malu saat aku besar (cerita dapat dilihat di masa mudaku). aku benar-benar ngga bisa kalau harus hidup dengan penderitaan seperti itu, apalagi harus hidup di bawah kemiskinan yang membuat aku selalu mempunyai sifat iri.



makanya aku sangat tidak ingin terus ada didunia ini kalau masih dalam permusuhan antar keluargaku ama nenekku, aku ngga suka





MASA REMAJA

saat aku masuk dalam dunia remaja, aku mulai mempunyai banyak teman baik yang cowok maupun cewek, aku merasa sangat senang, karena aku mulai mengenal dunia luar, maklum saat aku lahir hingga usia 13th aku kalau bermain hanya di sekitar rumah saja dengan adikku dan juga sepupuku. aku merasakan kebebasan yang benar-benar berarti. beda dengan saat aku masih hidup bersama dengan orang tauku.

kadang nenek sampe membela-belain aku untuk dapat makan enak, walaupun sebenarnya ngga ada yang dapat dimakan saat itu, nenekku kerjanya juga sama dengan orangtuaku, disawah kepunyaan orang. kadang kalau pas lagi menganggur kakek sama nenekku ya mencari gabah (bakal beras yang belum jadi), ya lumayan juga seh dapatnya, cukup untuk buat makan 2-3 hari.

aku kalau mengingat waktu kecil dan hidup dengan nenek sangat terharu, kadang aku juga menangis, menyesali kenapa aku belum dapat membalas budi baik kakekku, ternyata dia sudah di panggil sang pencipta untuk menghadapnya, akui juga menyesali kenapa juga harus mempunyai orang tua yang ngga bisa menyayangi anaknya, salah apa seh aku ini????????, hingga mereka itu menganggap aku bagaikan anak tiri, yang selalu di siksa dan disiksa.

menginjak usia remaja, aku mulai mendapat kebebasan untuk bermain-main keluar, ngga seperti saat masih kecil yang harus bermain di dalam rumah saja, saat itu aku sering main ketempat temanku yang rumahnya cukup jauh dari rumahku, aku main hingga kadang-kadang nginap dirumahnya, aku menyukai kebebasanku tersebut, hingga suatu saat saat aku tengah menginap disekolahan saat ada acara perkemahan, aku mengalami peristiwa yang aku ingat sampai sekarang dan juga membuat aku menjadi seperti ini.

saat itu aku tengah berada di tenda sedang kecapekan karena tugas yang banyak, dan memang suasana saat itu sedang sepi, karena teman yang lain sedang ikut tugas yang lain dan juga suasana malam yang dingin membuat teman-teman yang berada di tenda yang lain pada bernyanyi dan bermain di api unggun. Kalau aku jujur kurang suka dengan kegiatan seperti itu, malas aja.

nah saat aku ada di tenda sendirian tersebut datang teman sekelasku yang lain masuk ke tendaku, padahal dia panitia, yang namanya panitia saat seperti itu masih sibuk, akan tetapi dia ngga ikut kegiatan tersebut, alasannya capek juga kayak aku. Aku terus ngobrol sama dia , tapi ngga sampai lama, karena aku ngantuk banget. saat aku tertidur, temanku tersebut langsung merangkul dan mendekap aku, aku seh biasa aja, pikirku dia cuman untuk menganggap aku sebagai bantal guling saja, ngga berapa lama, dia langsung mulai meraba-raba tubuhku saat itu aku mulai merasa ada hal baru yang mulai aku rasakan. (SINGKAT)

sesaat setelah aku melakukan hubungan dosa dengan teman sejenisku tersebut, aku mulai merasakan peristiwa dan pengalaman baru, aku merasa damai dan juga tenang. Kalau dulu aku merasa benci kepada orang tuaku, setelah melakukan hubungan itu aku merasa aku bener-bener merasa ada perlindungan.

aku merasa harga diriku dah hancur, walaupun aku ini seorang yang normal, akan tetapi aku tidak bisa mencintai seorang gadis dan juga aku sendiri yang seharusnya melindungi akan tetapi aku tidak bisa melindungi orang yang berada di sekitarku. akan tetapi aku malah harus merasakan perlindungan dari seorang pria. aku jadi kalut dan bimbang pada saat itu, di saat aku merasa bimbang tersebut hadirlah orang yang pernah meenjalin hubungan badan sama aku tersebut, dan menyatakan kalau dia suka sama aku. aku menjadi merasa kelimpungan dan ngga bisa berpikir, ternyata temanku tersebut terus dan terus menunggu jawaban yang keluar dari mulutku.

akhirnya aku mulai mengungkapkan cinta yang pertama kepada temanku sendiri tersebut, walaupun sebenarnya aku ngga suka dia, tapi aku ingin ada yang dapat menjadi pelindungku. untuk dapat mngetahui dengan siapa saja aku menjalin hubungan asmara terlarang setelah aku dewasa lihat aja di "asmara terlarang".

ini saja mungkin perjalanan hubungan asmara aku dan awal aku menjadi gay, sebenarnya masih banyak, akan tetapi aku dah malas untuk mengetik.

MASA MUDA YANG HANCUR

aku mulai menjalani masa muda dengan catatan buruk yang menurut orang banyak sulit untuk dapat dimaafkan baik itu oleh agama, bangsa hingga masyarakat di daerahku.

aku menjalani masa muda dengan menjadi gay yang berpetualang di daerah malang, emang sih ngga sampai menjadi maniak sex dan bertukar serta ganti-ganti teman main, akan tetapi sudah bisa dibilang aku itu sudah berada di jurang yang paling dalam. aku menjalani hidup jadi gay pertama kali selain dengan teman sekelasku tadi adalah dengan teman kerja yang berasal dari tanah pasundan.

pokoknya saat aku mulai kenal dunia kota (kerja aku ada di kota dan ngga pernah pulang) aku semakin menjadi petualangan sexsku, aku mencari teman main setiap hari, setiap malam dan setiap saat.

aku merasa hidup itu ngga ada gunanya kalau tanpa melakukan seks, sekitar satu bulan di tempat kerja pertamaku tersebut, aku mulai mengenal yang namanya kissing, namanya oral juga yang lainnya yang berhubungan dengan percintaan, sungguh ngga pernah ada dalam pikiranku sebelum-sebelumnya.



KENAPA AKU SELALU BERMASALAH

kenapa Tuhan aku selalu mendapat ujian dan juga cobaan di dalam hidupku, belum pernah aku merasakan kebaikan yang sangat indah seperti yang aku mimpikan selama ini, apakah memang terlalu banyak banyak salah yangtelah aku buat, hingga engkau memarahiku, aku percaya bahwa kasih setiamu sungguh indah, dan tidak pernah mengecewakan, akan tetapi aku juga tidak mau Tuhan kalau aku terkena masalah yang terus bertumpuk seperti ini.

aku percaya Tuhan bahwa tidak ada tujuan-Mu mencobai umatmu hingga diluar kekuatanku, tapi aku memang ngga kuat untuk menghadapi cobaan yang engkau berikan, aku memang ngga pantas menjadi umatmu, karena aku selalu menyesali hidup juga terlalu menganggap bahwa semua ujian yang Engkau berikan itu adalah ujian yang amat sangat berat.

Tuhan ku yang aku sembah, jika aku boleh memilih, aku ingin kembali ke masa aku berumur 12th, disitu aku mengalami mas dimana aku selalu dimanja, serta


MASA KEHANCURAN

ini mungkin cerita yang ngga seharusnya aku ungkapkan, di awal pertengahan usiaku aku mengalami peristiwa yang ngga bisa dan bisa dibilang paling hancur-hancurnya.

aku merasa bahwa hidupku benar-benar di cobai Tuhan. Aku ngga tahu kenapa getow Tuhan terus aja bikin aku sengsara, aku sudah di lahirkan sebagai orang miskin, terus hidup dengan ketidak wajaran, masih aja harus menahan siksa dengan banyak masalah. Tapi bagaimanapun aku ngga akan pernah menyalahkan Tuhan sewh.....

karena kalau seandainya aku ngga mencoba-coba hal yang telah dilarang oleh-Nya, pasti aku ngga akan seperti ini, benar kan????????????????????????????

Tuhan itu dah sangat baik, DIa mampu menghiburku disaat aku sedang sedih, bahkan saat aku mengalami jatuh dalam dosa, Dia rela untuk terus mengingatkan aku supaya kembali kepelukan-Nya.Bapa bener-bener memperhatikan aku, tiada yang kekal dan abadi selain Dia.

Oh ya kembali ke pokok permasalahan aja ya......................

saat aku sedang merasa bahwa aku telah memiliki teman yang banyak di dalam komunitasku, aku sangat berbahagia. cukup beralasan seh kebahagiaanku, karena aku dah merasa ngga sendirian lagi setelah lama harus mencari jati diri.

ya bukannya sebelumnya aku ngga punya teman, akan tetapi kebanyakan temanku sebelumnya dari komunitas yang berbeda, akan tetapi mereka sangat baik dan juga sangat menghargai akan kekeliruanku serta kesalahanku.

disaat aku sering mengundang temanku main ke tempat kerjaku, mungkin Tuhan telah marah sebelum-sebelumnya, hingga suatu hari di siang yang cukup panas serta isi dompetku yang dah mulai kosong melompong, aku mengalami musibah yang teramat sangat menyakitkan. Bukan kecelakaan atau apapun, akan tetapi aku telah menghilangkan suatu benda yang teramat mahal harganya bagi orang sepertiku (untuk menjaga kebaikan persahabatan aku dan temanku, sengaja aku ngga menyebutkan nama barang yang hilang tersebut.GPP kan...........?????????)

aku ngga mengerti kesalahan siapakah pada saat itu, kalau aku dah terbiasa menaruh barang di tempat tersebut dengan keadaan yang selalu aman, akan tetapi pada saat itu aku bener-bener apes. Ibarat pepatah "SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA", tapi aku juga harus menghormati teman aku tersebut. dengan berat hati aku yang sebenarnya tidak mempunyai uang, aku harus meminjam ke majikanku. Padahal aku dah mempunyai daftar belanja untuk bulan yang depannya itu, ingin membeli sebuah ponsel juga harus aku kirim ke Orang tua yang bearada di Kampung, semuanya hanya tinggal angan-angan. kalau ngirim ke kampung seh masih jalan, akan tetapi keinginanku untuk mempunyai HP harus aku cancel hingga batas yang ngga tau kapan akan bisa terlaksana.

Jujur pada saat itu aku marah sama Tuhan, kenapa sewhhh aku di kasih cobaan yang seperti itu, bahkan setelah kejadian itu aku malas untuk ibadah, juga menyapa Tuhan pun aku dah ngga sudi (itulah kejelekan manusia, saat senang aja mereka lupa akan Tuhan, akan tetapi di kasih cobaan yang kecil aja sudah menyalahkan Tuhan). aku benar-benar benci pada yang namanya TUhan, bukan apa-apa seh sebenarnya, aku rela kalau harus di cobai dengan kehilangan uang banyak pun atau yang lain pun, itu kalau aku sedang ada uang, ini ngga!!!!!!!!!!!!!

tapi aku sempat di kasih suatu omongan oleh temanku, walaupun dengan keadaan tidak percaya pada Tuhan, aku tetep merenungkan apa yang di sampaikan temanku tersebut, di situ temanku hanya bicara sedikit aja kok yakni kenapa harus menyalahkan Tuhan, emang Tuhan pernah protes saat kita menjauhi dia, bahkan saat kita meninggalkan Dia, DIa itu masih rela menunggu kita untuk kembali.

saat dikasih kata-kata itu aku sempat meneteskan air mata, memang aku mengakui saat aku larut dalam dosa, aku dah melupakan akan yang namanya Tuhan, bahkan sepertinya ngga ada yang baik selain sahabat-sahabatku, padahal aku sering di kecewakan, tapi aku ngga menyadarinya.

setelah temanku ngasih tau itu, aku lalu mengambil prinsip ngga akan pernah kembali kedalam dosa ku yang amat menjijikkan itu, tapi aku tetap juga senang sama teman-temanku.akan tetapi dah ngga seperti dulu. Kalau dulu temen nomer wachid sekarang urutannya setelah aku menyayangi Tuhan hehehehehehe..........

tiada kata yang dapat aku ungkapkan saat ini, selain berterima kasih akan kebaikan Tuhan yang selalu menjaga dan menyayangi aku..........................


<<<<<<<<>>>>>>>>>

BAPA PENOPANG

Ini merupakan cerita dimana tentang Tuhan Yesus sang penyelamat, cerita ini adalah kisah nyata yang aku alami bersama dengan Dia. saat aku teringat akan aku yang pernah diselamatkan beberapa waktu silam, aku sungguh mengagumi akan kebesaran-Nya, betapa dia sangat baik dibandingkan dengan apa yang ada di bumi ini.

saat awal aku diselamatkan, aku sangat merasakan kebaikan ibarat orang dunia bilang aku saat itu benar-benar berada di puncak. apa yang aku harapkan dan aku inginkan Tuhan menyediakan dengan tanpa aku bersusah payah (tapi masih tetap lewat umatnya yang dikirimkan untuk aku), aku merasakan bahwa aku tidak akan pernah kekurangan hal ini berlanjut hingga saat aku di pertemukan dengan beberapa teman yang berada dalam tempat ibadah, mereka sangat baik padaku. Bahkan saat aku dalam kelaparan, mereka lah tempatku untuk dapat memberiku makan, aku ngga pernah merasakan suatu kekurangan.

aku sangat menikmati kebaikan Tuhan, pernah dalam suatu ibadah do'a puasa yang diselenggarakan tempat ibadah tempat aku berjemaat, disitu orang yang khotbah menyampaikan kata yang ngga pernah dapat aku lupakan, kata-kata itu ialah bahwasanya kita sebagai umat Tuhan yang mendiami bumiadalah sewajarnya untuk selalu menyembah, jika kita selalu bekerja di ladang Tuhan, berkat pasti tidak akan pernah berhenti. Tuhan juga tetap akan memberi berkat kepada orang yang berjalan di luar ladang Tuhan.

aku jadi merasa bahwa alangkah baiknya Tuhan, aku yang bekerja di luar ladang Tuhan aja dia mau memberikan berkatnya yang berkelimpahan, walaupun segera habis, itu karena Tuhan belum begitu meridhoi (katanya orang seberang), akuu ingin sebenarnya dalam hidup ini merasakan kebaikan Tuhan yang benar-benar nyata dalam hidup ini, yaitu selalu dapat meninggikan namaTuhan dalam setiap aktivitas, akan tetapi aku masih belum bisa melupakan dunia ini.

aku pernah ada dalam suatu ibadah Pemuda di gereja disitu aku benar-benar merasakan lawatan Tuhan yang benar-benar ajaib, seluruh jemaat pada mengis dan juga bergembira merasakan hadirat Tuhan yang mturun di tempat tersebut.termasuk aku juga yang saat itu berada di dalamnya.

aku masih ingat lagu penyembahan waktu itu

Tangan kuat

saat ku sendiri, tiada seorang pun

yang memperhatikan ku, selain kau Yesus

saat ku berjalan, dalam lembah kelam

kupercaya Kau selalu sertaku

tangan kuat yang memegangku

selalu menuntunku, kutak mau jalan sendiri

Yesus ku perlu kasihMu, kuperlu kasih-Mu

sampai akhir hidupku

itulah lagu yang dinyanyikan, aku serasa ingin menangis kalau mendengar lagu itu, karena saat aku sendiri tanpa keluarga di kota yang besar begini, hanya Bapa saja yang dapat memperhatikan seluruh kehidupanku, dah juga hanya Dia saja yang mampu menghibur kita di saat kita dalam kesedihan. Tuhan mampu mempberikan apa yang kita inginkan saat kita kekurangan dan dalam keterpurukan.

dah banyak cerita orang yang mengalami kebaikan Tuhan, baik itu lewat pribadi ataupun lewat perantara orang lain.aku jadi teringat dalam sebuah cerita yang mengisahkan percakapan antara Tuhan Yesus dengan anak manusia.kalau ngga salah seperti ini ceritanya:

Anak : Bapa aku sudah melakukan apa menjadi perintahmu, aku juga menjauhi apa yang menjadi laranganmu, aku ingin Bapa memberikan hadiah

Tuhan : anak-Ku apa yang kau inginkan, Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan

Anak : Bapa mau memberikan apa kepadaku??????????

Tuhan : Aku akan memberikan air mata anak-Ku

Anak : Bapa aku dah lelah kalau harus menangis terus?????????

Anak : aku ngga ingin terus larut dalam kesedihan??????

Tuhan : Anak-Ku akan memberikan seluruh air mata-Ku untuk menyenangkan hatimu

Tuhan : Aku akan menangisimu saat kamu pergi meningglkan aku anak-Ku, Aku akan selalu menunggumu hingga kamu pergi meninggalkan perbuatanmu yang lama, aku akan menyerahkan semua yang aku punyai anak-Ku untuk membuat kamu tertawa

(dari situ sang anak lalu menyadari arti dari air mata yang di katakan Tuhan)

"lalu anak itu berpelukan dengan Bapa sambil berlinang air mata"

aku memang ngga fasih dalam bercerita, akan tetapi lewat sedikit cuplikan tadi dapat kita ambil hikmah dari semuanya. intinya mari kita andalkan Tuhan dalam segala keadaan dan juga dalam segala aspek kehidupan. karena hanya bersumber dari-nyalah semua itu terjadi.

>>>>> GOD BLESS YOU FRIENDS <<<<<

HOMO ANIMALUS

Dalam ramalan seorang sufi, binatang buas di akhir zaman akan mengalami kepunahan. Namun, sifat-sifat binatang tersebut akan tetap utuh, bahkan akan melekat pada diri manusia. Ramalan ini memang terbukti dengan- salah satu contohnya- bagaimana gemarnya manusia modern mengembel-embeli setiap kalimat dalam berujar sapa dengan nama-nama binatang. Sepertinya sudah tidak asing di telinga, ada orangyang berkata: ” Babi, Kamu!”, Monyet Kamu!”

Penilaian kaum sofis terhadap sikap manusia seperti tersebut di atas adalah: Manusia -kapan, siapa, dan di manapun- akan mencitrakan apa yang diucapkannya. Ucapan memang bisa direkayasa semudah membuat telur dadar dalam wajan, namun.. rekayasa ucapan tidak berlaku ketika manusia berada dalam keadaan responsibilitas yang tinggi. Apa pun yang diucapkan oleh manusia merupakan refleksi jiwa manusia itu sendiri.

Jika ucapan sudah menebar kebinatangan, maka akan memengaruhi tingkah manusia. Di zaman kita , sudah menjadi rahasia umum tingkah-tingkah binatang menebar dan menyebar hampir memenuhi setiap relung dan sudut ruang. Tidak tahu malu, menyelesaikan setiap masalah dengan perang dan adu jotos, bebal, sulit diatur, egosentris, tidak sopan, biadab, main hakin sendiri, menipu, mengelabui musuh, kepura-puraan/mimikri, dan potensi-potensi kebinatangan lainnya.

Seorang Thomas Aquinass pernah berpendapat, sikap dan prilaku manusia tidak diturunkan secara genetika, melainkan ditransformasikan secara sosio-kultural. Animalisasi dalam kehidupan tidak diturunkan dari generasi satu ke generasi selanjutnya secara faktor turunan atau genetis melainkan diajarkan secara intensif dalam kehidupan sosial manusia.

Ada satu alasan mengapa sifat bianatang teraflikasi dalam tingkah manusia. Secara biologis, memang ada kemiripan antara manusia dengan binatang, manusia makan binatang pun makan, manusia membutuhkan seks binatang juga sama. Bahkan, para penganut darwinis-sosialis telah mencap secara gmblang, manusia memang binatang karena maniusia memang memiliki nenek moyang binatang. Hanya evolusi lah yang telah membawa manusia pada sebuah peradaban, maka tidak heran jika sifat-sifat binatang teraflikasi dalam diri manusia. Jelas sekali, teori para penganut evolusi dan darwinis bertolak belakang dengan teori Thomas Aquinass yang mewakili kaum relijius. Alasan ini - mengapa manusia mirip binatang- mungkin hanya berlaku bagi para penganut teori evolusi.

Thomas Hobbes pernah berpendapat, dalam lingkungan yang tercabik-cabik, pertikaian, perang, dan kekacauan berlaku di sana hukum binatang. Hukum binatang adalah hukum tanpa aturan. Wabah yang diakibatkan oleh hukum tanpa aturan ini terus dan akan selalu menyebar dengan varian-varian baru. Dalam kondisi perang dan pertikaian yang mengedepankan hukum tanpa aturan membunuh pun dihalalkan. Homo Homini Lupus Bellum Omnium contra omnes. Hobbes memang dilahirkan dalam lingkungan di mana kondisi perang sedang berkecamuk, maka tidak salah jika pendapatnya dibenarkan oleh sebagian orang, apresiasi Hobbes terhadap kondisi di mana dia berada tidak perlu disalahkan oleh kita. Toh, kita pun yang hidup di zaman modern ini masih disuguhi oleh atraksi-atraksi tpeng monyet dalam segala bidang kehidupan.

Pandangan kebinatang yang melekat pada manusia memang telah tertanam sejak dulu, dalam Illiad kita membaca, seorang pahlawan memang harus memiliki dua sifat, dewa dan binatang. Bentuk utuh manusia tangguh dan pinilih adalah memang manusia yang harus bisa memadukan dua sifat itu. Hanya saja, kurang sempurna jika dua sifat itu tidak dibatasi dan diimbangi oleh nurani. Dewa memang tangguh dan baik serta diluputi oleh potensi kebaikan, namun… bukankah dewa-dewa zaman Yunani kuno itu, seperti yang dilukiskan oleh Plato ibarat para anak kecil yang cengeng, suka meributkan masalah remeh-temeh, sesekali para dewa pun berperang dan saling hujat satu sama lain. Artinya, toh tetap saja dewa pun masih memiliki sifat binatang. Dalam kondisi teori ini, maka kebinatangan akan mengendalikan kedewaan. tetap saja yang paling memengaruhi dalam kehidupan manusia adalah kebinatangan tanpa nurani.

Agak pantas rasanya, jika sifat-sifat bianatgn telah teraflikasi dalam kehidupan manusia kita menyebut zaman ini sebagai zaman kemenangan binatang! Mayoritas manusia boleh saja menghujat habis-habisan darwinisme sosial namun, tidak kah kita melihat, paham tersebut telah menjadi pemenang di zaman kita? Manusia setengah dewa setengah binatang bukan hal baru lagi di zaman kita. para pemimpin ibarat srigala-srigala lapar sementara rakyat yang dipimpinnya tak ada bedanya dengan kambing-kambing conge.

Hedonisme, paham yang sebetulnya menekankan pada kebahagiaan bathin/ ataraxia telah dikonversikan dengan cara-cara binatang. Paham ini telah menjadi hedonisme jasmaniaha, mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas dalam masalah lahiriah semata. Epikuros mungkin akan marah besar jika melihat hedonismenya telah beralih fungsi dari bathiniah ke jasmaniah. Penghalalan segala cara adalah ciri dari hedonisme -badaniah ini. Pantas jika Jeremy Bentham menyebut paham ini hanya berlaku bagi BABI.

Nah, apakah kita binatang?


DIATAS KUBURAN

Menghampar kesunyian yang senyap di antara deretan kubur-kubur tua. Berserakan, seperti harmoni merdu bersimfoni syahdu onggokan tanah merah yang telah dibatasi oleh dinding-dinding pendek tak beratap. Bisik-bisik barzah terdengar meringis mengiris menyeruak keluar melalui nisan-nisan kokoh yang berukirkan nama-nama, tetapi diam tanpa kata dan ujar. Kebodohan terungkap, kesombongan terhapus, oleh jasad-jasad kaku di dalam kubur, makanan rayap.cacing, dan ulat tanah.Mana si bangsawan yang selalu bangga dengan darah birunya? Diam tak menyahut karena mulut terkunci rapat oleh sempalan tanah asal -muasal bermula. masih adakah rasa bangga yang tersisa, harta, tahta, jabatan, dan kekuasaan? Sepi, karena tubuh kaku kelu terhimpit tanah sempit dalam kapan lapuk membusuk dibalut debu-debu kusut. Masih adakah gelak tawa, kepongahan, senyum sinis, di atas derita orang lain, dalam kesengsaraan orang-orang lemah? Sunyi, karena diri telah hina serendah-rendahnya, membujur di bawah tumpukan semak belukar yang semakin mengakar dalam. Atau… masih adakah baju kebesaran yang tersisa? Tetap hening, karena tubuh sudah tanpa kulit, hanya menyisakan rongsokan belulang yang berserak dalam timbunan tanah lusuh.

Sementara, di atas tanah pekuburan ini kami berdiri membisu diserbu pesan-pesan ilahi: KEMATIAN ADALAH ABADI!

Kami, para penggali kubur telah selesai menggali tanah. Tepatnya sepetak lubang yang kelak akan menjadi istana megah atau semacam ruang penyiksaan bagi siapa saja yang menempatinya. Onggokan tanah merah basah selalu hadir ketika kami diberi tugas menggali kuburan. Kami, para penggali kubur akan selalu siap menggali tanah kapan pun. Siang malam tidak terlalu penting bagi kami, jelasnya, jika ada orang menionggal dunia di situlah kami bertugas. Di situlah kami hadir menggali.

” Kerap sekali, kematian pada bulan ini ya, kang?” Ujar Sukri. Ia memicingkan matanya. ” Tiga orang dalam seminggu..!” Lanjutnya lagi.

Para penggali kubur lainnya, Jahe, Cingok, dan Cemong seperti kurang tertarik dengan ucapan Sukri. Mereka lebih asyik memangkas rumputan liar dan ilalang yang telah meninggi di aats beberapa kuburan. Hanya aku yang sedikit menanggapi ucapannya. Tapi… akhirnya kuurangkan juga untuk menanggapinya. Karena bagi setiap orang,kematian adalah suatu keniscayaan bukan kehinaan. Jarang atau tidaknya yang meninggal, itu bukan urusan manusia, itu urusan Yang Maha Kuasa. Ya, kematian dalam kondisi apa pun adalah sebuah penantian terakhir. Lagipula, bukankah mayat-mayat dalam kuburan ini telah terbebas dari kekang duniawi!?

” Jomblang, Bu Sum, Si Gondo, Si Muksin, dan sekarang si Boang!” Sukri bersikeras untuk membahasnya. Kemudian, dia terlihat merenung, menyempitkan keningnya. Bintik-bintik tanah merah meramaikan wajah legamnya. ” Besok atau lusa entah siapa lagi!?” Katanya, sambil memandang kami satu persatu. Pandangannya serasa menuding kepadaku. ” Semua orang takut dihampiri oleh malaikat maut!”

” Tidak semua orang, Kri!”

” Buktinya, tak ada orang yang mencintai kematian!”

Kami tidak berkata-kata lagi karena para pengusung keranda bersama para pengantar jenazah telah tiba. Hari menjelang sore, matahari masih menyisakan semburat panasnya, menyinari dedaunan flamboyan sampai terlukis lempengan kuning keemasan. Kami berdiri menyambut mereka. Para pengantar jenazah itu terisak pilu, menangis dan merintih sendu. Keranda dengan tutup kain berwarna hijau yerlihat bergerak ke atas ke bawah ibarat sebuah mobil yang berjalan di atas hamparan bebatuan. Debu menyeruah ternjak kaki yang berderap melangkah beraroma kepedihan dan kesedihan yang menyayat rasa.

” bagaimana, sudah siap belum, Kang!?” Tanya Kyai Syarqowi kepada kami.

Aku mengangguk.

Kemudian kami menguburkan mayat si Boang. Hingga prosesi pemakaman berjalan lancar. Lalu para pengantar jenazah pun bergegas pulang secara teratur. Mereka meninggalkan jejaklangkah hitungan mundur yang suatu waktu akan mereka ambil kembali. Kami menatap iring-iringan itu, dalam benak kami berbisik, ” kelak mereka akan mendatangi tanah pekuburan ini lagi, suatu saat nanti!” Namun mereka tidak menyadarinya.

Ketika para pengantar jenazah telah meninggalkan tanah pekuburan, kami masih duduk berkumpul melingkar di pinggir onggokan tanah merah kuburan baru. Kami menunggu sesuatu.

Di atas tanah kuburan baru, pohon falamboyan dengan dedaunan bintik kuning dan percikan hijau pinggirnya memberi kesan keabadian. Dua ekor kupu-kupu hinggap didedaunan. Selalu kami temui dua ekor kupu-kupu itu setiap kami selesai mengubur jenazah. Mereka, entah pasangan suami istri atau apalah! Sayapnya terlihat semakin melesu dari hari ke hari, namun kami tidak mau mengganggu mereka, melemparnya juga sangat segan. Mungkin mereka datang dari surga?

Kemudian, segerombol kawanan burung gagak terbang mengelilingi tanah pekuburan sambil berkoak-koak. Mereka semakin bergerombol di atas kepala kami membentuk atap hitam hingga tercipta payung kelam. Beberapa dari mereka mengerlingkan pandangannya ke arah kami. Kami tidak tahu persis dari mana mereka datang.

Mereka mendarat serempak, menyelimuti hamparan rumputan pekuburan. Bulu-bulu mereka lebih pekat jika dibandingkan dengan rambut kami yang selalu terbakar matahari. Kerlingan mata mereka setajam belati yang menusuk sanubari. Sampai kedua kupu-kupu yang hinggap di daun flamboyan itu tidak kami ketahui ke mana perginya.

Burung-burung gagak tidak bisa berbicara, kami juga bukan nabi Sulaeman yang mampu menerjemahkan bahasa binatang. Tapi… mengapa kami ingin menjadi burung-burung gagak itu? Dan kami pun memahami, mereka juga ingin menjadi kami, para penggali kubur. Kesepahama melahirkan kesepakatan. Kami sepakat untuk bertukar tubuh, kami melepaskan pakaian dan tubuh kami, mereka pun keluar dari tubuhnya, kami pun bertukar tubuh sempurna. Mereka telah menjadi para penggali kubur, ketika kami telah menjadi burung gagak.

” Apa benar dengan menjadi burung gagak kita menjadi merdeka?”

” Setidaknya, kita bisa terbang!”

” Hmm..!”

Penciuman kami menjadi sangat tajam.

” Mari kita terbang!”

” Siapa takut?!”

Kami melompat bersama, mengepakkan sayap kemudian kami pun terbang meninggi. Mengitar berkeliling di atas tanah pekuburan, di atas kepala para gagak yang telah menjadi para penggali kubur yang diam memmbisu, namun mereka menatap kami dengan puas. Kami terbang semakin jauh meninggi, menembus mega, menerobos awan, menyisir celah langit, menerjang angkasa, menukit berkelit, sambil bernyanyi, koak…koak!

###Begitulah. Setelah menjadi burung gagak, kami selalu terbang berkeliling dari teras bangsa ke serambi negeri, melihat panorama keindahan alam, merambah hutan luas, mengelilingi zamrud oermadani tanah air, melihat permata nusantara. Bukankah kami tampak merdeka ,kawan?

Nyatanya tidak demikian! Aroma kematian selalu hadir menebar. bahkanselalu menguntit dan mengancam jiwa kami. Setiap kami mendarat di mana saja selalu terusi. mendarat di jalanan kami takut tergilas ban kendaraan. Mendarat di perkotaan, kami diincar senapan, mendarat di padang golf kami selalu dikejar-kejar. Bahkan untuk mendarat di hutan pun ,kami harus menghadapi kebinalan para pemburu liar dan penebang hutan.

Hingga, dalam pandangan kami hanya ada satu tempat yang cukup aman untuk mendarat dan beristirahat, yaitu tanah pekuburan. Sekian lama kami menembus waktu menjelajah ruang sekian puluh tanah p[ekuburan kami jumpai. Sekian ratus rintihan barzah kami dengar. Melihat orang-orang menoinggal tertabrak, tertembak, dibakar, dicekik, bahkan minum racun pun ada.

Akhirnya kami tiba di Meulaboh. Tanah pekuburan luas terhampar. Ketika kami hinggap di atasnya. Air mata kami menitik melihat gelimpangan mayat tertubruk air, karena hanyut oleh tusnami. Orang-orang di luar Meulaboih berteriak-teriak ketika kami mendengar nyanyi merdu berpuluh-bahkan beratus anak kecil di surga. Kami merasa heran mengapa kami menangis dan orang-orang di luar Meulaboh itu menangis ketika orang-orang menari bahagia di surga sana!

DITULIS KETIKA TSUNAMI MENGGERIAPKAN BULU KUDUKKU!


Keuntungan Khitan Pada Kaum Adam

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa kaum pria dianjurkan untuk melakukan khitan atau sunat. Sebetulnya apakah khitan itu memang perlu dilakukan? Kira-kira apa saja ya keuntungan melakukan khitan? Yuk kita simak lebih jauh tentang khitan.

Pro-kontra mengenai perlu-tidaknya khitan pada laki-laki sudah lama berlangsung. Tapi tampaknya hasil penelitian terbaru ini bisa dijadikan pegangan bahwa khitan memang perlu.


Laki-laki yang dikhitan terbukti jarang sekali tertular infeksi yang menular melalui hubungan seksual dibanding mereka yang belum disunat, itulah yang termuat dalam jurnal Pediatrics.

Dalam jurnal disebutkan bahwa khitan dapat mengurangi risiko tertular dan menyebarkan infeksi sampai sekitar 50%. Makanya jurnal juga menyarankan manfaat besar mengenai sunat bagi bayi yang baru lahir.

Studi saat ini hanya satu dari sekian studi untuk mengupas lebih jauh tentang topik kontroversial ini. Meskipun berbagai studi mendapati bahwa sunat bisa mengurangi tingkat HIV (virus penyebab AIDS), sipilis, dan borok pada alat kelamin, hasil tersebut bercampur dengan penyakit lain yang menular melalui hubungan seks (STD).

Academy of Pediatrics, Amerika menyebut bukti tersebut "rumit dan bertentangan", karena itu mereka menyimpulkan bahwa, untuk saat ini, bukti tersebut tak memadai untuk mendukung khitan rutin pada bayi yang baru lahir.

Seperti dikutip Reuters, para peneliti menganalisis data yang dikumpulkan Christchurch Health and Development Study, yang mencakup kelompok kelahiran anak dari Selandia Baru.

Dalam studi ini responden laki-laki dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan status khitan sebelum usia 15 tahun dan kelompok yang mengalami infeksi menular melalui hubungan seks antara usia 18 dan 25 tahun yang ditentukan melalui sebuah kuisioner.

Sebanyak 356 anak laki yang tak dikhitan memiliki risiko 2,66 kali serangan infeksi yang menular melalui hubungan seks dibandingkan dengan 154 anak laki yang disunat, demikian kesimpulan pemimpin peneliti Dr. David M. Fergusson dan rekan dari Christchurch School of Medicine and Health Sciences.

Sebagian besar risiko yang berkurang tersebut tak berubah setelah diperhitungkan juga faktor pemicu yang potensial, seperti jumlah pasangan seks dan hubungan seks tanpa pelindung.

Para ilmuwan itu memperkirakan bahwa kalau saja khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan telah dilembagakan, angka infeksi yang menular melalui hubungan seks dalam kelompok saat ini tersebut mungkin telah berkurang setidaknya 48%.

Analisis tersebut memperlihatkan manfaat khitan dalam mengurangi risiko infeksi yang menyerang melalui hubungan seks mungkin sangat banyak. "Masalah kesehatan masyarakat yang diangkat dalam temuan ini jelas melibatkan pertimbangan manfaat jangka panjang bagi khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan dalam mengurangi risiko infeksi di dalam masyarakat, berbanding perkiraan biaya prosedur tersebut," ujar para peneliti.

30 ETOS KERJA

1. *Outgoing personality* : jarang di tempat! Jalan-jalan melulu

2. *Great presentation skills* : pinter ngebual

3. *Good communication skills* : chating mulu, ngobrol sana-sini

4. *Works first!* : bingung mikirin jodoh (*lirik kiri - kanan)

5. *Active socially* : suka ngabisin makanan orang

6. *Independent worker* : sibuk sendiri, orang lain gak tau apa yang dikerjain

7. *Quick thinking* : pinter ngeles

8. *Careful thinker* : gak bisa ngambil keputusan

9. *Good thinker for dificult jobs* : sukses berkat kerja keras orang lain

10. *Good leadership* : suaranya kuenceng tenant

11. *Good judgement* : lucky terus..

12. *Good sense of humour* : banyak stock humor porno

13. *Career* *minded* : suka ngejelek2in pekerjaan orang lain

14. *Loyal* : gak dapet pekerjaan di tempat lain

15. *Great value of company*: datang tepat waktu

16. *Good credibility* : ngutang terus! kolektor kartu kredit

17. *Pegawai negri minded*: pinter cari tempat dan waktu untuk tidur

18. *Wide knowledge*: browsing truss!! download truss!

19. *Open minded*: suka ngintip email orang

20. *Efficient worker*: lagi ngejar uang efesiensi

21. *Good team work*: cepat bikin team ..kalo lagi banyak kerjaan

22. *Potential worker*: nyari lowongan truss!!

23. *Entrepreneurship minded*: gak bisa diatur! maunya kerja sendiri

24. *Key person*: pegang kunci...suka over time

25. *Good vision*: punya banyak stock gambar syurrr

26. *Good listener*: tukang gosip, suka nguping pembicaraan orang

27. *Problem solver:* orang yg tepat buat dimaki2 saat ada problem

28. *Good emotional intelligence* : menyelesaikan persoalan dengan marah2

29. *High intelligence quotient*: intelegensinya dipertanyakan

30. *Good management*: punya asistent, konsultant & outsource