PUISI PATAH HATI

Dahulu saat kau masih di sisiku
Dunia Serasa milik kita berdua
Sekarang saat kau menghianatiku
Aku hanya seperti seorang lelaki tak berguna

Memang Cinta tak pernah diundang
Tetapi cintaku kepadamu takkan pernah habis
Entah kita memulainya dari mana
Dan juga kita mengakhirinya di mana

Sekarang tak ada lagi yang dapat kuperbuat
Aku hanyalah seorang lelaki yang tak berguna di matamu
Memang dunia ini terasa hampa tanpa cinta
Itulah ucapan yang dikatakan oleh seorang yang belum pernah
merasakan betapa sakitnya yang dinamakan Patah Hati
Dan cinta bukanlah Apa-apa bagi yang sudah merasakan betapa sakitnya bercinta

Kadang aku berpikir,Aku adalah manusia terbodoh d dunia ini
Kadang aku merasa kesepian tanpamu
Dan kadang aku merasakan bahwa memang cinta yang slalu kuinginkan adalah cinta yang tak dapat kumiliki
Aku memang hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan
Tetapi semua yang telah kuinginkan kini sudah pergi

Sekarang aku hanya tinggal kenangan masa lalumu
Aku cuman bisa ditertawakan, diejek, dan dicaci-maki
Ini karena hal yang paling salah yang telah kuperbuat selama ini adalah
Aku mencintai dan menyayangimu dengan sepenuh hati
Dan ini semua aku lakukan dengan hati yang tulus

Tak satupun orang yang mengerti perasaanku slama ini
Dan tak satupun orang yang maw mengerti
Betapa dalamnya cinta yang kuberikan kepadamu
Mungkin Cuma Tuhanlah yang bisa mengerti perasaanku kepadamu
Cuma dialah satu-satunya orang yang selalu
menemaniku di saat aku susah dan sedih

Dan satu hal yang Tidak pernah kusampaikan yang saat ini kuingin sampaikan kepadamu
Aku melakukan semua ini hanya demi membuatmu senang.
Tapi apa balasanmu kepadaku?
Kamu telah menghancurkan hatiku,sehancur butiran pasir yang ada d pantai
Saya tidak akan pernah dan dapat melupakanmu


Hatiku Sudah tak dapat menahan kepedihan ini
Kepedihan ini sudah meninggalkan luka di hatiku
Kutak dapat melupakan ini semua
Walaupun sudah kucoba beberapa kali tapi hasilnya tetap sama
Mungkin Apa yang dinamakan cinta
Tak seindah yang aku pikirkan

INDAHNYA PERSAHABATAN

Tiada mutiara sebening cinta..

Tiada sutra sehalus kasih sayang..

Tiada embun sesuci ketulusan hati..

Dan tiada hubungan seindah persahabatan..



Sahabat bukan

MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..

EKONOMI yang mengharapkan materi..

PPKN yang dituntut oleh undang-undang..


Tetapi

Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..

GAY DI SEKOLAH MENDAPAT DUKUNGAN


Pemimpin sebuah Gereja Evanjelis di Australia mendukung siswa pria dan wanita menyukai sesama jenisnya. Alasannya, penolakan terhadap praktik homoseksual selama ini dianggap penolakan yang sifatnya pribadi.

"Keberatan terhadap hubungan sesama jenis yang selama ini terjadi adalah keberatan personal," ujar Uskup Phillip Aspinall, seperti yang diberitakan the Daily Telegraph dan dikutip news.com.au, Selasa (15/4/2008).

Komentar Phillip tersebut keluar setelah sebuah sekolah elit di Brisbane, Australia melarang siswanya membawa teman sejenis yang spesial. Beberapa siswa yang penyuka sesama jenis dikabarkan akan melakukan kegiatan pada Juni mendatang dan akan melakukan pendekatan kepada para seniornya untuk mendukung keberadaan mereka.

Menyikapi masalah ini, kepala sekolah, Jonathan Hensman mengatakan, tak seorang pun boleh melakukan ini. Menurutnya, jika tetap ada siswa yang melakukannya, mereka akan diserahkan ke dewan sekolah.

Sementara, presiden dewan sekolah Dr Aspinal mengatakan, pihak sekolah mempunyai hak untuk melarang perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh para siswanya.

"Sekolah mempunyai hak kepada para siswa untuk mengatur hubungan normal antara siswa dan siswi. Sekolah juga memberi kesempatan kepada mereka untuk melakukan interaksi, bukan dengan sesama jenis," kata Aspinal.

SPONGEBOB IS GAY


ebuah film kartun yang paling digemari anak-anak SpongeBob, dicurigai para peneliti telah mempromosikan gaya hidup gay dan homoseksual pada anak-anak."Ada yang ganjil", kata Alex Fung, seorang desainer di New York kepada media, "Ia tak begitu menampakkan karakter maskulin, terlalu lembut".Tetapi para penggemarnya mengungkapkan bahwa karakter-karakter yang diperlihatkan oleh Spongebob sebagai ciri-ciri homoseksualitas aantara lain: Flamboyan, penuh emosi, selalu telihat periang dan tak jarang bernyanyi bersama rekan prianya, Patrick dan teman wanitanya yang berotot, Sandy Squirrel.Dalam sebuah VCD baru yang dibagikan kepada 61.000 ribu sekolah di seluruh negeri, para aktivis homoseksual menggunakan karakter- karkter TV populer untuk anak-anak seperti Spongebob squarepants dan si dinosaurus Barney. Distribusi kartun ini, yang disponsori oleh FedEx, akan bersamaan dengan tayangan video 11 Maret dengan Nickelodeon, PBS dan saluran Disney dalam acara hari peringatan nasional "We Are Family".

LAKI-LAKI LEMBUT=HOMOSEX

Banyak orang yang berpikir bahwa seorang laki-laki yang homoseksual, akan selalu menunjukkan perilaku-perilaku yang lembut, halus, dan lain-lain yang seringkali diidentikkan dengan sifat-sifat kewanitaan atau perilaku-perilaku perempuan. Pemikiran ini adalah pemikiran yang salah/pemikiran yang keliru. Seorang laki-laki yang homoseksual, ia bisa saja tampil tetap dengan perilaku kelaki-lakiannya, 'perkasa', sama sekali tidak menunjukkan femininitas atau kewanitaan.

Kalau kita berbicara tentang perilaku-perilaku yang lembut, halus, dan sebagainya, apakah perilaku-perilaku itu hanya milik kaum perempuan? Tentu saja tidak, perilaku-perilaku tersebut bukan hanya milik kaum perempuan. Kelembutan, kehalusan perasaan, telah diajarkan oleh para orang tua kita, oleh budaya kita (khususnya di Indonesia). Misalnya, di lingkungan orang orang dengan latar belakang Budaya Jawa, kita bisa melihat, bagaimana mereka ketika berbicara dengan orang lain. Sejak kecil, anak laki-laki maupun anak perempuan, harus menunjukkan tata-kramanya dengan membungkukan badan, tersenyum dan aturan-aturan lainnya yang tampak kewanitaan.

Sebaliknya, apakah kaum perempuan tidak boleh menunjukkan perilaku-perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh kaum laki-laki? Tentu saja boleh karena laki-laki maupun perempuan, sama-sama memiliki pikiran dan perasaan. Jadi laki-laki bisa berperilaku lembut, halus dan sebagainya, maka perempuan juga bisa berperilaku keras, 'perkasa', dan sebagainya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak homoseksual yang berperilaku seperti perempuan (misalnya: cara bicaranya, cara berjalannya, atau cara berpakaiannya), atau sebaliknya perempuan lesbi yang berilaku seperti laki-laki. Akan tetapi harus hati-hati, tidak secara otomatis kita boleh atau bisa memberikan judgement atau penilaian pada mereka bahwa mereka adalah homoseksual atau lesbian. Mungkin saja, perempuan yang tampaknya 'perkasa' seperti laki-laki itu, ternyata hanya seorang perempuan yang 'tom boy' saja. Perlu diingat kembali bahwa seorang laki-laki homoseksual, tidak selalu menunjukkan perilaku yang feminin atau seorang perempuan lesbi, akan tampil seperti laki-laki 'perkasa'.

HOMOSEX DAN PEKERJAAN

Banyak orang yang masih berpikir bahwa seorang homoseksual atau gay adalah orang yang lemah lembut. Oleh karena itu, ketika mereka harus memilih suatu pekerjaan, maka mereka akan memilih pekerjaan yang tidak banyak menggunakan tenaga keras atau kasar. Mereka dianggap hanya dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan oleh perempuan saja. Misalnya: memilih menjadi perancang busana atau penata rambut, dan yang sejenisnya. Mereka dianggap tidak dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan oleh seorang laki-laki.

Pemikiran ini adalah pemikiran yang keliru. Mereka yang berpikir seperti itu, mungkin mereka masih beranggapan bahwa seorang homoseksual atau gay adalah seorang waria. Tentunya pemikiran ini salah besar!

Perilaku lembut, halus, ramah dan sebagainya, merupakan perilaku yang harus dimiliki oleh semua orang, oleh karenanya diajarkan para orang tua kepada anak-anaknya, dan setelah menjadi dewasa, apa yang telah diajarkan tersebut diharapkan akan tetap dikerjakan oleh siapapun. Lingkunganpun menuntut perilaku-perilaku ini. Jadi perilaku-perilaku lemah lembut, halus, ramah dan sebagainya, bukan hanya milik perempuan. Tidak salah kan, kalau seorang laki-laki atau homoseksual berlaku ramah dan lembut terhadap orang lain.

Memang tidak dapat dipungkiri, hampir kebanyakan dari kaum gay atau homoseksual, mereka memilih untuk menjadi perancang busana atau penata rambut. Sebaliknya dengan kaum perempuan atau dengan seorang lesbian, tentunya mereka boleh-boleh saja memilih pekerjaan yang keras atau kasar. Misalnya, menjadi Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat), Polwan (Polisi Wandu...ehhh maaf, maksudnya Polisi Wanita), bahkan ada yang menjadi sopir bus atau sopir truk.

Ketika seorang perempuan yang mungkin juga ada di antaranya seorang lesbian, memilih menjadi Kowad atau Polwan, tampaknya tidak ada masalah. Akan tetapi, bagaimana dengan seorang laki-laki yang homoseksual atau gay, ingin menjadi seorang anggota ABRI atau menjadi Polisi, bolehkah?

Jangankan di negara Republik Indonesia, di negara yang sudah maju saja, masih menjadi polemik dan perdebatan di antara para penguasanya dan masih terlarang. Atau mungkin harus dengan cara diam-diam, menyembunyikan identitas yang sesungguhnya. Entahlah kalau di Negara Republik Mimpi.

Jadi, bukannya seorang homoseksual enggan atau tidak mau memilih pekerjaan yang keras, tetapi dari institusinya sendiri yang tidak memberikan izin. Ada satu pertanyaan, apakah di institusi ABRI atau Kepolisian RI, tidak ada seorangpun yang homoseksual?

SISI GELAP KEHIDUPAN HOMOSEX

Akhir-akhir ini, kehidupan dari komunitas Homoseksualitas, semakin "ramai" dan banyak dibicarakan orang, baik melalui media massa cetak maupun melalui media massa elektronika. Sorotan ini, teruitama hanya di fokuskan pada tingkah laku luar yang mudah diamati, yang disertai dengan nada-nada sumbang.

Hanya sedikit yang berupaya menyoroti segi "dalam", dari kehidupan homoseksualitas. Dampaknya, memberikan kesan bahwa homoseksualitas, merupakan suatu aib yang maha dahsyat yang ada di permukaan bumi ini, tergambarkan lebih dahsyat dari gejala-gejala sosial lain yang frekuensi serta dampak merugikannya lebih luas dan lebih besar. Misalnya, masalah korupsi.

Apakah homoseksualitas memang mempunyai dampak yang negatif dan sedahsyat yang diperkirakan, masih merupakan suatu permasalahan dan patut untuk direnungkan bahkan perlu untuk diteliti lebih dalam. Memang sangat sulit untuk menelaah homoseksualitas secara objektif.

Melalui tulisan ini, diharapkan agar masyarakat termasuk kaum homoseksual sendiri, dapat lebih memahami aspek-aspek kehidupannya, mampu berempati terhadap permasalahan-permasalahan homoseksualitas, memahami kesulitan-kesulitannya, serta mampu menilai kehidupan homoseksualitas yang sesungguhnya.

Karena berbagai alasan, banyak sisi-sisi kehidupan homoseksual, terpaksa harus mereka "tutupi:, untuk menghindari aib dan sebagainya. Akibatnya, mereka menjadi stress, konflik dengan diri sendiri, menekan keinginannya dan berfantasi. Yang menakjubkan, dalam kondisi semacam ini, cukup banyak homoseksual yang berprestasi gemilang.

Prestasi yang diraih, tidak hanya yang berhubungan dengan dunia glamour, mode dan sejenisnya, tetapi mereka berprestasi dalam Ilmu Pengetahuan. Salah seorang tokoh terkenal yang menciptakan teori Kepribadian yang penekanannya pada Interpersonal Relationships. Ia menyatakan baha tujuan utama dari tingkah laku manusia adalah untuk mencapai rasa aman (need for security feeling) dan rasa puas (need for satisfaction). Teori yang dilahirkan, sebenarnya merupakan refleksi dari kehidupan pribadinya yang penuh derita sejak masa kecilnya. Ungkapan ini diuraikan oleh Chapman, A.H., yang menulis biografi tokoh ini dalam bukunya "Harry Stack Sullivan: His Life and His Work".