KURINDU PADA SAHABATKU

Untuk kesekian kalinya,
jantungku kembali berdegub tak menentu
rasa kecewa, marah, sedih dan nelangsa
meradang dalam benakku

sesak dada ini sedketika menahan ledakan
yang tak kunjung terluapkan
dan seperti biasa...
akhirnya semua rasa ini harus kutelan sendiri

sahabat...
dimanakah gerangan kalian berada?
saat seperti ini aku sangat rindu untuk berbagi cerita
bukankah dulu kalian selalu lapang menampung segala kisahku
mengapa kini kalian sekan sembunyi dibalik lajunya sang waktu

ingin rasanya aku membantah semua praduga yang menghimpit logika
dan menyangkal kemungkinan pahit yang mengintai garis hidupku
satu yang pasti,
sejak dulu setiap dari kita memiliki gaya yang berbeda
tapi apakah visi dan misi hidup kita juga, sekarang sudah tidak sama?

sahabat....
demikian hebatnya rinduku pada kebersamaan kita dahulu
kalian selalu mampu mendengarkan lagu didalam hatiku
dan selalu menyanyikan kembali tatkala aku lupa akan bait-baitnya
sejujurnya.....aku tak pernah siap kehilangan sosok seperti kalian


*sahabat Sejati, Tangan TuhanYang Akan Menjaga Kita Dari Segala Kealfaan Diri*

PUISI UNTUK SAHABAT

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu

sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan

sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

JIKA

jikalau kau menggantungkan anganmu bersama layang-layang,
maka terbangkanlah tinggi-tinggi,
namun janganlah kau lupa menarik layang-layang itu kembali ke darat.
Karena jika tak kau tarik layang-layang itu kembali ke darat,
kau akan kehilangan layang-layang itu. ia akan pergi bersama angin dan takkan pernah kembali.

Jika kau dudukkan dirimu dalam perahu,
maka berlayarlah,
namun jangan lupa untuk berlabuh,
karena jika kau layarkan perahumu dan tak kau labuhkan kembali ia akan membawamu ke tengah samudera dan akan membawamu ke dalam kebingungan, kedahagaan, dan kelaparan.

Jika kau jejakkan hidupmu ke atas dunia,
maka jelajahilah,
namun jangan lupa untuk untuk melihat kompasmu,
karena jika tidak kau akan tersesat tak tentu arah.

Jika kau telah memilih menjalani dirimu sebagai siapa dirimu,
maka jalanilah,
namun jangan lupa untuk mengikuti marka marka jalan yang telah diberikan oleh ia yang maha tinggi,
karena kepadanya lah kau akan kembali melalui jalan manapun engkau pergi.

ABI

Kepada Abi, dan calon Abi
Kepada ayah, dan para calon ayah

kemanakah hati dikala engkau melihat putramu kelaparan
dan engkau berjudi
kemanakah hati dikala engkau melihat istrimu hamil
dan engkau berselingkuh
Kemanakah hati dikala putramu dahaga akan pelukanmu dan istrimu dahaga akan kecupanmu
dan engkau pergi mencari kesenangan pribadi
Engkau lelaki
Engkau diwarisi seisi bumi
di tanganmu segala tanggungan dan jawaban akan dipertanyakan dan diadili di depan sidang tuhan yang maha kuasa
maka dimanakah hati
sementara engkau adalah lelaki

SELAMAT JALAN NENEKKU

Selamat jalan nenek
Ketika kerut itu kembali terisi
Ketika senyum itu kembali
Ketika lelah itu menghilang
Ketika itulah kau berpulang

Nenek, sakitmu kini tlah hilang
Ujianmu talh berlalu
pedihmu tlah sembuh
Ke hadirat pangkuan ilahi kau kutitipkan

Berat sungguh aku melepasmu nenekku yang cantik
engkau monumen gambaran cinta seorang istri
engkau prasasti kasih seorang ibu
dan engkau arca pengharapan penuh sayang seorang nenek

Kuingat kau rapikan keliman jas putihku saat pertama kali kubertugas
tersungging senyuman rasa bangga darimu kau memiliki cucu seorang calon dokter
Tapi sesungguhnya rasa bangga itu harusnya adalah milikku
mendapatkan cinta kasihmu wahai nenekku

Masih kuingat kau meminta film Korea
temanya harus drama percintaan dengan akhiran bahagia
demikianlah kau selalu menginginkan kebahagiaan di setiap cerita
dan kau kembali ke hadirat ilahi dengan rasa bahagia pula

Masih kuingat setiap kali kau meminta aku memijat kakimu
Dari sejak kaki itu masih kencang sampai ketika maut hampir menjemputmu
kaki itu penuh cekungan saat kupijat
terkadang aku merasa terlalu lelah memijatmu
namun jika kutahu kau akan pergi secepat ini
akan kupijat kakimu hingga kau tertidur setiap hari

Masih kuingat saat kau meminta aku mengukur tekanan darahmu
terkadang aku terlalu lelah sehabis bekerja
Namun jika kutahu kau berpulang secepat ini
maka aku akan selalu melakukannya di kala pagi sore dan malam hari

Saat terakhir kulihat kau bernafas wahai nenekku
kau meminta aku memijat kakimu
kupijat kaki itu
saat itu juga kau meminta aku mengukur tekanan darahmu
namun aku tak membawa spigmo dan stetoskopku
kau berkata, "mana stetoskopnya Dhik? Nenek pingin di tensi"
Aku berkata, aku tak membawanya

Aku berharap masih ada saat aku dapat mengukur tekanan darahmu
Namun darah dalam tubuhmu kini tak lagi mengalir

Nenek, masih banyak yang ingin kutunjukkan padamu
aku ingin kau melihat cucumu menjadi manusia yang berguna
manusia yang dapat memberi ketenangan
hingga orang-orang dengan keadaan yang sama sepertimu dapat beristirahat
dan tersenyum hingga akhir

Namun Nenek, aku akan simpan segala harapanmu itu
kembalilah kepada Tuhan pemilik segala jagat

Ya Ayyuhan nafsum muthmainah ir ji i illaa robbiki rodiyatam mardiyyah
fadkhulli fii ibadiii wadkhulliii jannaatiii

Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada tuhanmu dengan perasaan rido dan puas. maka masuklah kamu ke dalam golongan hamba-hambaku, dan masukilah surgaku, amiin ya Allah ya Robbal alamin.

Sesungguhnya aku mengakui bahwa kami semua adalah milik engkau dan hanya kepada engkaulah kami kembali, maka terimalah nenekku di sisimu dan kutitipkan ia sementara aku tak dapat lagi menjaganya.

amiin amiin ya Allah ya Robbal Alamiin

DOA BUAT NENEK

Hilangnya tempat bermanja,
Ketika diri dibuai kesunyian.
Hilangnya tempat bersandar,
Ketika diri dirintih kesedihan.
Suatu pemergian..

Masih rindu belaian kasihnya,
Yang hadir ditiup sang bayu.
Masih rindu dodoian sayangnya,
Walaupun segar berirama dalam kalbu.
Diri kedahagaan..

Ketika kehilangan dan asik di buai rindu,
Keinsafan menyelubungi saraf-saraf jiwaku -
Kehidupan di dunia hanya persinggahan,
Dimana aku masih mengutip bekalan
Untuk sebuah alam yang hakiki,
Sebelum diri menyusulinya, suatu hari nanti.

Bila mengigatinya kini,
Terasa kucupan terakhir di pipi.
Buatnya yang aku kasihi,
Al-Fateha tidak putus kusedekahkan,
Supaya rohnya terbelai dalam kesucian.

Di sebalik rintihan kasih
Kuhulurkan doa pada Ilahi
Semoga dia aman bersemadi
Menanti hari kebangkitan kali kedua..

Aduhai Nenekandaku...

AMANAT AGUNG SANG ILAHI

Layar kukembang biduk kukayuh…..

Menjemput Amanat Agung sang Ilahi.

Menebar kasih, menguatkan iman.....

Menyatukan harapan dalam karya Ilahi.


Tuhan.....Kau lihat kaki-kaki kecil ini. Kadang untuk berlari pun ku tak mampu.

Namun kaki-kaki kecil ini selalu menyatukan langkah mengemban misi.

Tuhan.....Kau lihat tangan-tangan kecil ini. Kadang untuk merangkul yang tertatih pun ku tak mampu.

Namun tangan-tangan kecil ini selalu menyatu dalam karya cinta.


Pelayanan memang tak semudah yang dibayangkan,

Pelayanan memang tak seperti mimpiku di kala malam menjemput pagi,

Pelayanan memang tak selalu seperti melati yang mekar menebar harum,

Namun pelayanan akan selalu meninggalkan cerita untuk sebuah kehidupan.


Harapan memang tak selalu bertakhta di singgasana.....

karena tantangan sering datang menusuk semangat merobek keyakinan.

Namun harapan tetap bak cahaya dian di lorong malam.....

Sekalipun kadang meredup menantang angin.....namun tak pernah kalah, tak pernah padam.


Tawa dan tangis itu biasa.....bak teman pengiring jalan.

Tawa dan tangis itu biasa…..bak bunga yang tak selalu mekar di sepanjang musim.

Tawa dan tangis itu harapan…..karena disana kulihat cinta.

Tawa dan tangis itu kekuatan…..karena disana kutemukan iman.


Tuhan…..berikan cinta dan kekuatan untuk meneruskan bakti.....

Berikan semangat dan talenta tanpa balas budi untuk menabur bakti....

Berikan keyakinan menatap karya pelayanan di depan,

Agar semangat mampu menembus karang menempuh gelombang, tapi tidak untuk dipuji.


Layar kukembang biduk kukayuh…..

Menjemput Amanat Agung sang Ilahi.

Menebar kasih, menguatkan iman.....

Menyatukan harapan dalam karya Ilahi.


HASRATKU

Hasratku...

Suatu saat di musim penghujan
ketika hati mudah untuk jatuh
Rasa ini bergejolak tiada henti
Hasrat tubuh untuk sedikit menyentuh
Namun entah kenapa kelemahan ini selalu menghantui
Memukul, menekan, menghina, menahan 1001 hasratku

Apa takdir, mengapa takdir, bagaimanakah takdir.
Sudah tiada berarti dan bermakna lagi
Saat ku menyianyiakan my one chance to be happy
Semuanya terasa hampa dan hambar tanpa cinta
Cintaku adalah dirinya, tanpanya hilang cinta

Apakah bunga, mengapa bunga, ingatkah bungaku?
Sudah kehilangan momentum untuk memupuk kisah kasih
Sudah tiada lagi yang kuinginkan bila tanpa kehadirannya
Kenikmatan, pelacuran, aturan, insanity, kebajikan = pupus
Senyumnya, tatapannya telah mengikat perjanjian revolusi damai
Pesonanya, keramahannya, keindahan jiwa & raganya oh sempurna

PERPISAHAN

Jurang antara kita tlah terbentang
lepaskan tangan saling genggam
tak kan lagi kita bernaung satu payung
maka lambaikan tangan, sayang
biarkan aku terbuang.
Bukan kanan atau kiri
bukan pula pilihan mati atau masuk bui
tapi beda cara pandang kita pada batas cakrawala
mesti kita sadari.
Tak penting tuk disesali, kasih
cinta bukan tali satukan hati
biarkan aku pergi
perpisahan ini mesti terjadi.
Jangan lagi ditangisi, kasihku
tanggalkan kecup mesra kenangan semalam
lupakan bisikan tentang cinta asmara.
Selamat berjuang, sayangku
tetap tegak di medan palagan
gapai mataharimu
sinari lorong-lorong kumuh kota
terangi gubuk-gubuk kusam berdebu
bebaskan mereka yang dihisap angkara peradaban.
Di puncak pergolakan penghabisan
kita berjumpa memimpin massa
kibarkan bendera yang sama.

Kenapa Remaja Gay Berisiko Tinggi?

Laki-laki? Perempuan? itulah yang ada dalam pikiran remaja ketika mulai menyukai lawan jenisnya. Usia remaja adalah dimulainya rasa tertarik secara seksual terhadap lawan jenisnya, namun rasa tertarik tersebut tidak diperlukan bahkan dirasakan bagi beberapa orang. Jika kamu berpikir dapat tertarik kepada orang yang berjenis kelamin sama ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya mungkin tidak terpikir olehmu adalah penyakit menular seksual (PMS).

Remaja gay atau lesbian menghadapi perasaan tidak normal, ditolak oleh masyarakat, tidak cocok dan sebagainya. Sehingga bagaimana melindungi diri dari bahaya tertular penyakit yang disebabkan oleh hubungan seksual tidak terpikirkan. Jika remaja gay terus bergelut untuk bisa keluar dari "aturan" keluarga dan teman, kemungkinan untuk tidak berpikir tentang bagaimana membicarakan hubungan seks yang aman. Pertanyaan seperti "Dimana mendapatkan kondom?" "Bagaimana menggunakannya?" "Bagaimana meyakinkan pasangan untuk memakainya juga?" "Mengapa kondom dibutuhkan?" akan sangat tidak dipikirkan.

Fakta menunjukan sidikit sekali adanya "role models" bagi remaja gay atau lesbian dan pengetahuan yang minim tentang PMS diantara remaja gay. Ini menunjukan bahwa pencegahan PMS dan HIV sepertinya bukan merupakan isu yang penting dikalangan mereka. Pikirlah sejenak, ada estimasi bahwa satu diantara lima laki-laki yang HIV positif tertular pada usia remaja (Centers for Disease Control and Prevention of America, 1995), juga satu diantara empat remaja yang memiliki pengalaman seksual terkena PMS (American Social Health Association, 1999).