PUISI ADAM KEPADA HAWA

Hawa kekasihku
Rinduku telah melelehkan salju
dan senyummu melelehkan kalbu

Pewarna anganku
Jangan pernah percaya engkau terbuat dari tulang
rusukku
karena itu adalah mimpi kaumku
untuk selalu mendominasi hidupmu

Penggoda jiwaku
Jangan percaya begitu saja pada budaya dan agama
jika penindasan justru datang dari sana
Kebebasanmu adalah juga kebahagiaanku
karena aku tahu kau bisa bertanggung jawab atas
kebebasan itu

Jika bumi masih diijinkan berputar
dan jika matahari belum kehabisan bahan bakar
aku akan selalu berdampingan denganmu
seperti tangan kanan dan tangan kiri
satu ke depan, satu ke belakang
satu ke belakang, satu ke depan

Bangkitlah kekasihku
ulurkan tanganmu tuk mereka yang masih terbelenggu
oleh poligami, sirkumsisi, seksisme, maskulinisme
oleh tamparan, siulan, nakalnya pandangan, pingitan

Teriaklah pujaanku
lawanlah mereka yang membelenggumu
karena siapapun luruh oleh lembutnya suaramu
Fisik dan psikis kita berbeda
tapi itu bukan alasan untuk membeda2kan hak2 kita

Bersinarlah wahai bidadariku
Masa Patriarki harus diakhiri
Matriarki pun harus dicegah terjadi
Kita bersama bukan untuk saling menguasai
tetapi saling mengerti dan menyayangi

Perjalanan sejarah bukan "hisstory"
tetapi jangan pula "herstory"
lebih indah apabila "ourstory"
0 Responses