KANGEN

matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi

ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku

ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi

menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki

telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku

ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu

SEBUTKAN

Sebutkan..
warna yang mana di bintang itu yang kausuka
biar kucoba ambil lalu rangkai jadi untai manik manik
untuk menghiasi sampul buku harianmu,
bukankah di sana ada derai tawa dan rangkul hangat
yang selama ini merajut jumpa jumpa
dari sejak ulang tahunmu tahun lalu
sampai hari telah berliwatan di tepian jalan hidup

Sebutkan..
sepanjang apa ingin kau kutuliskan puisi di hari ini
biar kutulis buatmu
Selamat ulang tahun cecil marini

Sebutkan juga..
di sebelah mana harus kutandatangani puisi
biar lalu ku stempelkan dua kecup mesra di situ
di rona pipi mu itu

PUISI ADAM KEPADA HAWA

Hawa kekasihku
Rinduku telah melelehkan salju
dan senyummu melelehkan kalbu

Pewarna anganku
Jangan pernah percaya engkau terbuat dari tulang
rusukku
karena itu adalah mimpi kaumku
untuk selalu mendominasi hidupmu

Penggoda jiwaku
Jangan percaya begitu saja pada budaya dan agama
jika penindasan justru datang dari sana
Kebebasanmu adalah juga kebahagiaanku
karena aku tahu kau bisa bertanggung jawab atas
kebebasan itu

Jika bumi masih diijinkan berputar
dan jika matahari belum kehabisan bahan bakar
aku akan selalu berdampingan denganmu
seperti tangan kanan dan tangan kiri
satu ke depan, satu ke belakang
satu ke belakang, satu ke depan

Bangkitlah kekasihku
ulurkan tanganmu tuk mereka yang masih terbelenggu
oleh poligami, sirkumsisi, seksisme, maskulinisme
oleh tamparan, siulan, nakalnya pandangan, pingitan

Teriaklah pujaanku
lawanlah mereka yang membelenggumu
karena siapapun luruh oleh lembutnya suaramu
Fisik dan psikis kita berbeda
tapi itu bukan alasan untuk membeda2kan hak2 kita

Bersinarlah wahai bidadariku
Masa Patriarki harus diakhiri
Matriarki pun harus dicegah terjadi
Kita bersama bukan untuk saling menguasai
tetapi saling mengerti dan menyayangi

Perjalanan sejarah bukan "hisstory"
tetapi jangan pula "herstory"
lebih indah apabila "ourstory"

PUISI ULANG TAHUN CECIL

menyadari tanggal ulang tahunmu telah terlewat begitu
saja dari benakku, saat ketika orang orang sekitarmu ingat tanggal itu
dan mengirimu macam macam dari sms sampai ke puisi,
tertegun aku di sini melamunkan segala sesuatu.

kau selalu hadir pada setiap hari setiap beberapa jam
dalam hari hariku sehingga bertumpukan hari ke hari jam ke jam
dalam perlintasan perlintasan disela pikuk hari hari yang padat
kadang di jam aneh malam saat habis suara membuka pintu jagat
kadang di ombak ombak yang akhirnya kau katakan sebagai bincang membendung laut
kadang di kebekuan ketika duduk bersebelahan di kendaraan yang kau buang dua huruf terakhirnya jadi kendara
kadang di sela sela kibord paralel tarung paralel
kadang di persetubuhan puisi yang akhirnya menghamili narasi taksi

siang ini ketika berbagai jalan telah mengeraskan langkah kaki
tiba tiba aku merindukan tiap momen momen yang terasa ajaib

setiap sijingkat meraba raba gapai sapa ke ruangmu
setiap tahan undur jaga menghindari ranjau
setiap kelok kalimat wacana, setiap marka kawat pagar bersetrum listrik
setiap pintu waktu setiap dongeng setiap derai tawa yang mahal
setiap kerlip yang kau tangkap dari bintang usang jatuh ke bumi
setiap saput tatap terkais tercecer dalam hitungan milidetik

kuakui sihirku adalah mesin baja dan aluminium yang patah siku
bergerak seperti senjata tebal yang menakutkan
melintir terpilin rumit dan kacau dan menderit kasar
di pantai pantai yang tenang

telah kusihir dinding dinding bertentakel logam berengsel elektronik
yang selalu saja gemetar gagal menjadi pohon yang damai

sungguh hadirmu begitu wajar, kenakalanmu begitu jinak dan kanak
mengadili segala refleks refleks sejarah siasatku

siang ini ijinkan aku sejenak lari dari segalanya
melupakan segala konvensi dan kronologi
menanggalkan segala timbang dan rambu, dan mencoba
menuliskan sebuah puisi ulang tahun juga sekalipun meminjam pola

aku menulis ini pada jarak yang sedekat dua blok dalam hitungan urban
semakin dekat dalam hitungan jalar pesan digital,
semakin dekat dalam kejar jeda waktu menyusun dan mengirimkannya

selamat ulang tahun cecil mariani
dari yohanes idaman andarmosoko

BUNDA

Bunda.............
beberapa dimensi membatasi kita
tapi nyanyian ritmismu masih kudengar
menyambut angin musim gugur
simphony warna daun mengingatkanku
akan hangatnya kasihmu
kata2mu yg sederhana dan lugas
lebih indah dr soneta2 Shakespeare
mengajariku alif, ba', ta' kehidupan
langkah setapak dari kakimu yang mulai keriput
lebih gemuruh dari avalanche
menerjang kerasnya hidup

"Sekar pangkur kang winarna
lelabuhan kang kanggo wong ngaurip
olo lan becik puniku
prayoga kawruhana
adat waton
puniku dipun kadulu
miwah ingkang tata krama
den kaesthi si Yang Ratri"

Nyanyianmu Bunda
kudengar lagi
dalam bahasa Jawamu yg kental
kebenaran memang sederhana Bunda
tapi manusia sengaja membungkusnya

"Kapati amarsudi
Sudaning hawa lan nafsu
pinesu tapa brata
amemangun
karyenak tyas ing sasama"

Bunda
aku sudah mencoba
puasa jiwa
walau tak sehebat dirimu
ajari aku lagi Bunda
mencintai mereka seperti mencintai nafasku
adzan bersama alam
tahajud bersama kehidupan

"Wa maa li ahadin 'indahu
min ni'matin tujzaa
illabtighaa'a wajhi rabbihil a'la
walasaufa yardho"

qiraatmu membelai sunyi
sepi bertarung meraih utopia
bertemu wajah-Nya
doakan aku Bunda

MAAFKAN AKU SAHABATKU

Oh saudaraku
kini ku menangis meminta maafmu
karena ku diam di sini tak memelukmu
karena kukenyang di sini atas keringatmu
karena kutertawa di sini lupakan tangismu

Oh saudaraku
puasaku hanya sebulan
sedangkan puasamu sepanjang tahun
puasaku siang hari
sedangkan puasamu siang malam
puasaku hanya lahir
sedangkan puasamu lahir batin

Wahai bagian kemanusiaanku
aku masih binatang
memakan binatang lain
puasaku masih belum pantas
bagi kebahagiaan saudara2 senafas

Oh saudaraku
sebelum Idul Fitri tiba
permintaanku menghiba
maafkan aku

RUMAH IMPIANKU

akan kusebarkan rumput hijau di halaman belakang rumah kita

akan kutanam juga pohon-pohon nan rindang

dan kupasang ayunan di antara dahan-dahannya

agar suatu malam kita bisa duduk bersama

wahai belahan jiwaku….

menerawang jauh memandang bintang-bintang

dan menikmati sentuhan angin malam

dan menghirup segarnya aroma tanah yang basah karena air hujan……

suatu saat akan kuberitahu anak-anak kita….

betapa indahnya rumput-rumput yang hijau..

betapa indahnya kuncup-kuncup bunga yang siap merekah…

betapa indahnya bintang-bintang di langit…

betapa lembutnya sentuhan angin senja…

dan tentu saja aku ingin menikmati keindahan ini…hanya bersamamu…
This is a preview of Rumah Impian

SAYANG

Kata mereka,tak akan pernah mudah untuk memulai sesuatu…memang…
Tapi percayakah, mengakhirinya jauh lebih sulit dari yang pernah kau bayangkan ?
Saat butir-butir kekaguman dan ikatan daya tarik mulai merasuki rongga pikiranmu, jangankan untuk mengakhiri
memulainya pun terasa begitu menyiksa,
terlebih ketika kau yakin ini tidak akan berjalan pada tempatnya…

Saat impian dan harapan berjejalan dalam jiwamu,
jangankan untuk melupakan, memikirkannya pun begitu menyakitkan
seakan kau sadar itu semua mustahil untuk terwujud…
Aku berjalan setengah berlari di gelapnya malam,
meski tak bisa mengendalikan diri sendiri
tapi masih mampu mendengar deru nafasku,
yang berkejaran dan setengah memaksa untuk kau rengkuh kala fajar menyapa dunia…
This is a preview of Sayang….

SAYONARA

Waktu berlari begitu cepat
Sudah berapa lama aku menyusuri lorong ini ?
Sehari…dua hari…sebulan…setahun…
Begitu lama aku menundukkan kepala
Mencoba menemukan kembali serpihan asa

Dan ketika aku mengangkat kepalaku
Aku nggak mengenal lagi jalan-jalan ini
Jalan-jalan ini terlalu asing
Seasing dirimu yang nggak pernah kugapai

Aku sudah mencoba
Membingkai kembali serpihan kenangan yang pernah ada
Dengan segumpal asa
Bahwa aku akan menemukanmu lagi

Tapi aku letih…
Aku nggak punya daya lagi…
Pergilah……hai bayang-bayang yang nggak pernah nyata…
Jarak akan mengubur segala impian
Dan bayangmu akan meredup bersama dengan meredupnya asaku padamu
This is a preview of Sayonara

I'M SORRY GOODBYE


Krisdayanti - I'm Sorry Goodbye


sebelum bertemu denganmu hidupku bahagia

semenjak bertemu denganmu ku makin bahagia

semakin lama aku semakin tahu tentang engkau

sedikit kecewa ternyata engkau tak baik


pertama-tama semua manis yg engkau berikan

membuat aku merasakan cinta sebenarnya

semakin hari semakin terungkap yg sesungguhnya

ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta


reff:

maafkan ku harus pergi

ku tak suka dengan ini

aku tak bodoh

seperti kekasihmu yg lain


terima kasih oh Tuhan

tunjukkan siapa dia

maaf kita putus

so thank you so much

I’m sorry, goodbye


seribu cara kau membuaiku dengan puitis

maybe kau lupa bahwa aku pun juga manusia

yg punya mata, punya hati, dan perasaan

maaf aku pergi dan takkan untukmu lagi


repeat reff



Lirik lagu Krisdayanti - I'm Sorry Goodbye ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Krisdayanti - I'm Sorry Goodbye.