PRESIDEN SOEHARTO
| | ||||
|
| | ||||
|
| | ||||
|
| Gembala Sidang MRII Taiwan _ China |
![]() |
Sekretariat: 9F, No. 53, Shui Yuan Road, Taipei, Taiwan, ROC
Contact person : Rev Nico Ong ( 886 - 2 -23687695 )
| Pendiri GRII |
![]() |
Pdt. Dr. Stephen Tong melayani Tuhan sejak 1957, baik di dalam bidang pengijilan, theologi maupun penggembalaan. Pelayanan beliau telah menjadi berkat bagi jaman ini, dan banyak menarik perhatian pimpinan gereja di Indonesia maupun di luar negeri. Khususnya kepada Theologi Reformed yang ditegaskan oleh beliau sejak th. 1974, beliau mengadakan seminar-seminar di Surabaya.
Pada th. 1984, beliau mulai mengadakan Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK) di Jakarta, untuk menegakkan doktrin Reformed dan semangat Injili (setelah mengajar theologi selama 20 tahun). Seminar Pembinaan Iman Kristen juga dipimpin Tuhan untuk menjadi pendahuluan bagi berdirinya LRII (1986), dimana Pdt. Dr. Stephen Tong mengajak Pdt. Dr. Yakub Susabda Pdt. Dr. Caleb Tong untuk menjadi pendiri bersama.
Selain SPIK, Pdt. Dr. Stephen Tong juga mendirikan Sekolah Theologi Reformed Injili Surabaya (1986), STRI Jakarta (1987) dan STRI Malang (1990). Beliau juga memperluas seminar-seminar pembinaan iman tersebut dalam kota-kota besar yang lain di Indonesia (yang diserahkan kepada LRII) dan kota-kota di luar negeri (yang diserahkan di bawah STEMI). Sejak th.1991 Pdt. Dr. Stephen Tong menjabat sebagai Rektor STTRII hingga sekarang.
Selain menggalakkan gerakan doktrin Reformed di Indonesia, beliau juga pernah menjadi dosen tamu pada seminar-seminar di luar negeri. Termasuk China Graduate School of Teology di Hongkong (1975, 1979), China Evangelical Seminary di Taiwan (1976), Trinity College di Singapore (1980), dan memberikan ceramah-ceramah termasuk Westminster Seminary, Regent College, dll di USA.
Di samping itu Pdt. Dr. Stephen Tong pernah menjabat sebagai dosen theologi dan filsafat di Seminari Alkitab Asia Tenggara (1964-1988), Pendiri Gereja Reformed Injili Indonesia (1989), dan Gembala Sidang GRII Pusat, Ketua Sinode GRII, Pendiri Jakarta Oratorio Society (1986), Stephen Tong Evangelistic Ministries International (1979), STEMI Institute (1996) dan Christianity and 21st Century Insitute (mulai th. 1996) di USA.
Sekretariat:
Jl. Tanah Abang III no. 1 Jakarta Pusat 10160
Telp. (+62-21) 381 0912 Fax. (+62-21) 3811021
Contact : Cecilya Panggabean
Ada baiknya,
tak mencatat hidup
dalam lembarlembar buku harian
Suatu masa,
jika membacanya lagi
manis, membuat kita ingin kembali
pahit, membuat duka tak bisa lupa
Ada baiknya,
merenung hidup
dalam kloset yang sepi
Tak perlu malu,
mengenang, tersenyum atau menangis
Setelah itu,
siram semua
bersiap menerima makanan baru
yang lebih baik dari kemarin
by Rieke Dyah Pitaloka
Sahabat,
Bila bumi dilanda Tsunami,
kau tetap bermimpi lagi,
tanpa resah dan sangsi,
kau masih mendendami diri ini,
sahabat,
Adakah ini semangat diri,
kau selalu bermegah sendirian,
mambina rencana berduri,
Untuk membina identiti,
Berlatar Iblis keji,
Sahabat,
Ini bukan leteran.
Tapi penerang hati,
Membuka Minda suci,
Agar menjadi muslim sejati,
sahabat,
Kau lupa siapa dibelakang,
Kau terus bergerak lantang,
tanpa peduli insan disisi,
berlari-lari tanpa peduli,
berasa riang bersendiri
Sahabat,
Kini kau hilang diri,
Bukan gila babi,
tapi lupa diri,
Siapa yang kau kenali,
Sudah kau lupai.
Sahabat,
Aku tetap dsini,
menunggu kau insafi,
tanpa ragu dan sangsi,
aku tetap sahabat sajatimu,
Yang tetap mengasihani,
Kaulah sahabat sejatiku.........
Dulu aku punya cinta
Yang sedianya ingin kuberi padamu
Bersama seluruh rindu yang sanggup membuat angin berhenti berhembus
Bersama seluruh sayang yang mampu membuat ombak kehilangan buih-buih putihnya
Bersama seluruh kata yang terukir dalam bilah-bilah hati merahku
Dulu aku punya cinta
Yang sanggup mendentingkan lagu-lagu indah pada setiap tetes embun di pagi yang berkabut
Yang mampu menggetarkan ujung-ujung jemari setiap kali gelombangmu mengusik sisi diamku
Yang menyusun kata-kata biru yang terpancar tegas dari sudut-sudut kerling matamu
dan kini, aku masih punya cinta
Walau kini bukan kamu pemiliknya
Dulu aku punya cinta
Sampai kapanpun aku punya cinta
Cinta yang selalu hadir dalam diri
Cinta kepada sang pemilik hati
Allahu Rabbi
Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat engkau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di kelopakmu
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan saat ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang igamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
Ketika malam menjelang senyap
insan terlena dalam lelap
bumi terbenam dalam gelap
Semilir angin malam
dingin..mencekam
menusuk kesendirian
sadarkan diri akan buaian
dan belaian ke tidak pastian
Ahh, dalam tafakur
ternyata ada yang tak bisa diukur
walaupun dengan seribu asa
atau ditukar....
dengan beras seribu takar
Kerinduan akan kebersamaan
di mana ada teman untuk luapkan perasaan
kini jadi dambaan
Ahh, tapi bilakah?
akan dipertemukan dengan yang sepadan
sehingga bisa seiring dan sejalan
dalam pedih, perih dan kebahagiaan
sehingga hanya malakal maut yang dapat memisahkan