LEBARAN SUNYI

Siapa yang mengira

atau mungkin sepasang mataku

yang telah menua

ketika kutatap lebaran ini

seperti merayakan lebaran di kota mati

tak lagi kulihat bara-bara api menari dari ujung bambu

hanya musik-musik bersahutan bersaing menggebu

tak satupun yang mendendangkan namaMu

hanya botolbotol pecah di aspal

sisanya menancap di kelopakku

aku seperti mayat yang bangkit dari mati

tak lagi merasa mengenal dunia ini