HASRATKU

Hasratku...

Suatu saat di musim penghujan
ketika hati mudah untuk jatuh
Rasa ini bergejolak tiada henti
Hasrat tubuh untuk sedikit menyentuh
Namun entah kenapa kelemahan ini selalu menghantui
Memukul, menekan, menghina, menahan 1001 hasratku

Apa takdir, mengapa takdir, bagaimanakah takdir.
Sudah tiada berarti dan bermakna lagi
Saat ku menyianyiakan my one chance to be happy
Semuanya terasa hampa dan hambar tanpa cinta
Cintaku adalah dirinya, tanpanya hilang cinta

Apakah bunga, mengapa bunga, ingatkah bungaku?
Sudah kehilangan momentum untuk memupuk kisah kasih
Sudah tiada lagi yang kuinginkan bila tanpa kehadirannya
Kenikmatan, pelacuran, aturan, insanity, kebajikan = pupus
Senyumnya, tatapannya telah mengikat perjanjian revolusi damai
Pesonanya, keramahannya, keindahan jiwa & raganya oh sempurna

PERPISAHAN

Jurang antara kita tlah terbentang
lepaskan tangan saling genggam
tak kan lagi kita bernaung satu payung
maka lambaikan tangan, sayang
biarkan aku terbuang.
Bukan kanan atau kiri
bukan pula pilihan mati atau masuk bui
tapi beda cara pandang kita pada batas cakrawala
mesti kita sadari.
Tak penting tuk disesali, kasih
cinta bukan tali satukan hati
biarkan aku pergi
perpisahan ini mesti terjadi.
Jangan lagi ditangisi, kasihku
tanggalkan kecup mesra kenangan semalam
lupakan bisikan tentang cinta asmara.
Selamat berjuang, sayangku
tetap tegak di medan palagan
gapai mataharimu
sinari lorong-lorong kumuh kota
terangi gubuk-gubuk kusam berdebu
bebaskan mereka yang dihisap angkara peradaban.
Di puncak pergolakan penghabisan
kita berjumpa memimpin massa
kibarkan bendera yang sama.

Kenapa Remaja Gay Berisiko Tinggi?

Laki-laki? Perempuan? itulah yang ada dalam pikiran remaja ketika mulai menyukai lawan jenisnya. Usia remaja adalah dimulainya rasa tertarik secara seksual terhadap lawan jenisnya, namun rasa tertarik tersebut tidak diperlukan bahkan dirasakan bagi beberapa orang. Jika kamu berpikir dapat tertarik kepada orang yang berjenis kelamin sama ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya mungkin tidak terpikir olehmu adalah penyakit menular seksual (PMS).

Remaja gay atau lesbian menghadapi perasaan tidak normal, ditolak oleh masyarakat, tidak cocok dan sebagainya. Sehingga bagaimana melindungi diri dari bahaya tertular penyakit yang disebabkan oleh hubungan seksual tidak terpikirkan. Jika remaja gay terus bergelut untuk bisa keluar dari "aturan" keluarga dan teman, kemungkinan untuk tidak berpikir tentang bagaimana membicarakan hubungan seks yang aman. Pertanyaan seperti "Dimana mendapatkan kondom?" "Bagaimana menggunakannya?" "Bagaimana meyakinkan pasangan untuk memakainya juga?" "Mengapa kondom dibutuhkan?" akan sangat tidak dipikirkan.

Fakta menunjukan sidikit sekali adanya "role models" bagi remaja gay atau lesbian dan pengetahuan yang minim tentang PMS diantara remaja gay. Ini menunjukan bahwa pencegahan PMS dan HIV sepertinya bukan merupakan isu yang penting dikalangan mereka. Pikirlah sejenak, ada estimasi bahwa satu diantara lima laki-laki yang HIV positif tertular pada usia remaja (Centers for Disease Control and Prevention of America, 1995), juga satu diantara empat remaja yang memiliki pengalaman seksual terkena PMS (American Social Health Association, 1999).

SOAL KOMITMEN,GAY NGGA KALAHDENGAN HETEROSEKS

Para ahli dari University of Urbana-Champaign belum lama ini mengumukan sebuah riset menarik mengenai kualitas perkembangan serta kesehatan hubungan antar pasangan dewasa. Riset menunjukkan, hubungan asmara antara pasangan dengan jenis kelamin sama (gay atau lesbi) ternyata memiliki kesamaan dengan pasangan heteroseks (pria-wanita) dalam hal keterikatan dan komitmen.

Hasil riset yang akan dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology edisi Januari ini mendapat catatan khusus karena mematahkan hasil riset sebelumnya yang mengklaim bahwa hubungan homoseksual tidaklah terikat dan tidak sehat secara psikologis ketimbang pasangan heteroseksual.

Untuk sampai pada kesimpulannya, para ahli melakukan riset dengan cara membandingkan hubungan 30 pasangan gay, 30 pasangan lesbian, 50 pasangan bertunangan dan 40 pasangan menikah (heteroseks) yang telah matang. Hasil dari analisis memperlihatkan bahwa mereka yang terlibat hubungan homoseksual mengaku sama puasnya dan sama terikatnya dengan mereka yang heteroseksual.

"Asumsi bahwa hubungan keterikatan antara pasangan berjenis kelamin sama adalah "tidak teratur, dan secara psikologis tidak dewasa", tidak mendapat dukungan dari hasil temuan kami. Dibandingkan individu yang telah menikah, pria gay atau lesbian yang terikat mengaku puas dengan hubungan mereka," ungkap pemimpin riset Glenn I. Roisman, PhD.

Lebih lanjut, kata Roisman, "Para pria dan wanita lesbian dalam riset ini secara umum tidak menunjukkan perbedaaan dengan pasangan heteroseks dari cara mereka berinteraksi dengan yang lain, meskipun beberapa bukti menunjukkan bahwa pasangan lesbian lebih efektif dalam menyelesaikan konflik."

Hasil penelitian Roisman mendukung sejumlah hasil riset yang sama yang dilakukan para ahli di Universitas Washington, State University San Diego dan Universitas Vermont. Seluruh riset tersebut menyimpulkan bahwa dalam berbagai aspek, hubungan antar pasangan dengan jenis kelamin sama tidaklah berbeda dengan pasangan heteroseks.

Ditambahkan pula bahwa perbandingan di antara 65 pasangan gay dan 138 pasangan lesbi yang berstatus civil union, 23 pasangan gay dan 61 pasangan lesbian tanpa civil union, serta 55 pasangan menikah (heteroseks), menunjukkan bahwa status hukum tidak berpengaruh terhadap kualitas hubungan mereka.

Pola Hidup Sehat Lebih Efektif Cegah HIV/AIDS daripada Kondom




Pola hidup sehat dan menghindari perzinaan dinilai lebih efektif mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ketimbang membagikan kondom gratis kepada masyarakat.

”Efektivitas kondom untuk KB saja tidak 100 persen aman atau tingkat kegagalan 20 persen. Apalagi untuk mencegah virus HIV,” ujar Ketua Yayasan Pusat Rehabilitasi Mental Madani Dadang Hawari di Jakarta, kemarin.

Selain itu, menurut Dadang, kondom yang dijual di ATM, kios pinggir jalan, dan apotek juga tidak menjamin karena jika terkena sinar matahari atau dapat menurunkan kualitas.

Pemerintah awal Desember ini menggelar kampanye pemakaian kondom yang dilakukan di Palembang dengan membagikan 1.000 kondom secara gratis. Sedangkan di Jember, Jawa Timur dilakukan aksi parade waria, kaum gay dan aliansi mahasiswa untuk menunjukan simpatinya terhadap para penderita HIV/AIDS.

Juru bicara Yayasan Pusat Rehabilitasi Mental Madani Ginanjar menambahkan, pihaknya sebenarnya mendukung pemerintah mencegah penularan dan penyebaran HIV/AIDS. Tapi tidak dengan pembagian kondom gratis.

”Karena kondom terbukti menurut penelitian di Amerika bahwa virus HIV dengan ukuran 1/250 mikron dapat menembus pori-pori kondom yang hanya berukuran 1/60 mikron," kata Ginanjar.

Menurut Ginanjar pembagian kondom gratis itu sama saja mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan seks bebas.

Sumber: PdPersi

CERAI KARENA KANKER KELAMIN

Kanker membuat penderitaan mereka yang terkena beserta keluarganya berlipat-lipat. Hasil penelitian di Norwegia yang dibeberkan di European Cancer Conference di Barcelona, Spanyol, belum lama ini mengungkap, risiko cerai meningkat bila salah satu pasangan mengalami kanker leher rahim atau kanker testis. Untungnya jenis kanker lain tidak memengaruhi hubungan suami-istri ini.

Periset membandingkan tingkat perceraian 215.000 orang yang selamat dari kanker dalam periode waktu 17 tahun. Dari situ terlihat, kanker testis dan leher rahim menempati urutan teratas dari jumlah perceraian yang terjadi.

Wanita dengan kanker leher rahim memiliki kemungkinan 70 persen lebih besar untuk bercerai pada usia 20-an. Persentase itu turun menjadi 19 persen pada usia 60. Untuk kanker penis, risikonya adalah 34 persen pada usia 20 dan 16 persen pada usia 60.

Sebagaimana dikutip Reuter Rabu dua pekan lalu, menurut Astri Syse dari Norwegian Cancer Registry, yang memimpin penelitian tersebut, penyakit kanker yang mengganggu keintiman sehingga melenyapkan aktivitas seksual, mungkin menjadi penyebab perceraian tersebut.

Virus penyebab kanker leher rahim sering ditularkan melalui kontak seksual dan memunculkan kecurigaan tentang penyelewengan. Faktor usia juga bisa menjadi kemungkinan lain karena kedua jenis kanker itu cenderung menyerang pada saat seseorang berusia lebih muda ketika mereka belum terjalin dalam suatu ikatan yang kuat.

Penelitian itu juga mendapati, perceraian kecil sekali terjadi bila serangan kanker sudah sedemikian menyebar. Menurut peneliti, ini mungkin karena meninggalkan pasangan yang sakit tidak akan bisa diterima secara sosial.

Sumber: Senior

CARA JINAKKAN DARAH TINGGI

Kita sering abai dengan ancaman tekanan darah tinggi. Padahal, hipertensi adalah pintu gerbang ke aneka penyakit mematikan, Riset terbaru obat hipertensi, pengendalian tekanan darah tinggi dilakukan sejak dari hulu.

Jantung kita berdetak sekitar 100 ribu kali sehari. Dalam setiap detak itu, jantung memompa darah ke seluruh pembuluh darah, termasuk juga pembuluh kapiler. Kekuatan darah saat dipompa menimbulkan tekanan pada dinding di dalam pembuluh darah. Pembuluh darah juga punya resistensi terhadap aliran darah. Kedua hal itu menciptakan tekanan darah.

"Tekanan darah adalah curah jantung dikalikan tahanan perifer pembuluh darah total. Itulah yang menjadikan tekanan darah. Jika pembuluh darah melebar, tekanan tentu akan turun. Sebaliknya, jika pembuluh menyempit, tekanan jadi meninggi," kata Prof. Budi Setianto, Sp.JP, pakar hipertensi dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.

Ada dua macam tekanan darah, yaitu sistolik dan diastolik. Sistolik adalah kondisi bilik jantung saat berkontraksi yang mengirim darah keluar. Diastolik adalah periode waktu ketika jantung rileks setelah kontraksi.

Panduan medis menyatakan bahwa tekanan darah sistolik normal pada orang dewasa kurang dari 120 mmHg, sedangkan tekanan diastolik tak boleh lebih dari 80 mmHg. Jika tekanan darah tinggi itu lebih dari 140/90 mmHg, Anda disebut menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Tanpa Gejala

Jika terlalu besar, tekanan akan merusak pembuluh darah dan membatasi aliran darah menuju organ-organ penting dalam tubuh. Bisa-bisa organ tubuh tidak mendapat pasokan darah. Bila berlangsung di organ jantung, terjadilah serangan jantung. Bila terjadi di otak, timbullah serangan stroke. Kemungkinan lain adalah kerusakan mata, ginjal, dan masalah kesehatan serius lain.

Tekanan darah yang tinggi ini kerap tak dirasakan oleh pemiliknya. Perilaku yang cenderung mudah marah dan kepala pusing, menurut Prof. Budi, bukanlah gejala hipertensi. Tekanan darah tinggi itu harus diperiksa dengan alat tensi, bukan sekadar dirasakan.

"Jika usia Anda sudah di atas 30 tahun, setiap ke dokter sebaiknya periksa juga tekanan darah. Tujuannya untuk mewaspadai tekanan darah tinggi karena tidak ada tanda dan gejala yang dirasakan," paparnya.

Karena tak ada tanda dan gejala, hipertensi kerap dijuluki sebagai the silent disease alias penyakit yang datang diam-diam. Anda juga harus waspada sebab menurut perkiraan The Lancet, jurnal kedokteran bergengsi tingkat dunia, seperempat penduduk dunia dewasa menderita penyakit tekanan darah tinggi. Artinya, satu dari empat orang dewasa menderita hipertensi.

Jika sudah telanjur hipertensi, tekanan darah harus diusahakan untuk turun. Penurunan tekanan darah 5-6 mmHg bermakna mengurangi risiko stroke hingga 40 persen dan serangan jantung 15 hingga 20 persen.

Angka ideal untuk bebas dari hipertensi adalah 120/80 mmHg. "Jika tekanan darah di kisaran 120/80 hingga 139/89, artinya Anda sudah berada di tahap prahipertensi. Di kisaran 140/90 sampai 159/99 artinya Anda berada di tahap 1 hipertensi. Di atas angka tersebut, Anda sudah berada di tahap 2. Tahap prahipertensi hanya membutuhkan perubahan gaya hidup. Tahap satu dan dua butuh obat-obatan antihipertensi dan perubahan gaya hidup," kata Prof. Budi.

Gaya hidup yang sayang tekanan darah adalah mengurangi berat badan, diet gizi seimbang, olahraga teratur, mengurangi konsumsi garam. Jumlah garam yang berlebih dalam aliran darah menyebabkan tubuh menarik lebih banyak air dalam darah. Hal ini yang menyebabkan tekanan pada dinding pembuluh darah jadi naik. Akibatnya, jantung bekerja lebih keras.

Hadang di Hulu

Karena peningkatan air dalam darah itu, tahun 1950-an obat-obatan hipertensi dirancang bersifat diuretik atau membuang kelebihan cairan lewat buang air kecil. "Volume air yang menurun akan menyebabkan tekanan darah jadi turun," sebut Dr. Hellyana dari PT Novartis Indonesia.

Perkembangan riset obat hipertensi di dekade 60-an adalah alfa dan betabloker. Inovasi ini bermanfaat melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah dan denyut jantung menurun.

Di tahun 70-an dikembangkan obat hipertensi CCB (calcium channel blocker). "Kemudian di tahun 80-an dikembangkan obat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) inhibitor. Sayangnya, obat ini sering bikin batuk untuk orang-orang tertentu. Dilanjutkan di tahun 90-an dikembangkan obat ARB (Angiotensin Receptor Blocker)," tutur Prof. Budi.

Obat-obatan ACE inhibitor dan ARB aktif menurunkan tekanan darah dengan memblokade angiotensin II. Angiotensin II adalah protein yang dapat memengaruhi volume darah dan kontraksi pembuluh darah dalam sistem renin, sistem pengatur tekanan darah dalam tubuh.

Renin adalah enzim yang dibuat oleh sel-sel khusus yang terdapat pada ginjal. Renin bekerja bersama aldosteron, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenalin dan beberapa zat untuk membantu menyeimbangkan kadar sodium dan potasium dalam darah serta kadar cairan dalam tubuh. Hasil akhir kerja enzim itu memengaruhi tekanan darah.

Penelitian terbaru obat-obatan antihipertensi adalah mengintervensi langsung ke pusat sistem renin. "Ini berarti mengobati hipertensi dari hulu dengan secara langsung menghambat titik aktivasi sistem pengatur tekanan darah. Obat ini disebut Direct Renin Inhibitors," kata Prof. Budi.
Sumber: Senior

PRIA JUGA BISA TERINFEKSI VIRUS HPV

Penyebaran virus human papillomavirus (HPV) tak mengenal jenis kelamin. Pria pun bisa terinfeksi virus ini meski jumlahnya sangat kecil.

"Pria kalau terkena virus HPV tidak ada gejalanya. Kalau berat baru ada. Angka pria terserang kecil, 1 persen ada lah," kata ahli kandungan Dr Hariyono Winarto SpOG dalam Women Gathering bertemakan

Pencegahan Dini Kanker Serviks di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (24/2/2008). Hariyono menjelaskan, penyebaran virus ini dapat melalui mulut, tenggorokan, vagina, dubur, dan alat kelamin pria.

Konsul Sebelum Nikah

Sementara DR Dr Andrijono menjelaskan, pasangan yang hendak menikah sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran virus HPV.

"Sebaiknya sebelum menikah konsultasi dulu dua-duanya. Ini masih susah dan malu-malu kalau diperiksa. Kan cuma konsultasi dan diperiksa luarnya saja," kata dia.

Menurut dia, pria pun bisa terinfeksi virus HPV. Dengan konsultasi pasangan ini tentu akan diberikan pendidikan bagaimana menjaga kebersihan alat kelamin.

"Bukan hanya HPV saja yang bisa ditularkan, jamur juga bisa menularkan ke istri," ujar dia.

Sumber: detikcom

Perempuan Lebih Rawan Terkena Infeksi Saluran Kemih




Perempuan memiliki peluang yang lebih besar terkena infeksi saluran air kemih karena memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan laki-laki. Kondisi itu membuat kuman lebih mudah masuk ke saluran kemih perempuan, sehingga berpotensi menimbulkan infeksi.

Ahli penyakit dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Dr M Alam SpU menjelaskan, gejala umum yang dialami penderita infeksi saluran kemih adalah rasa sakit pada saat ingin buang air kecil.

”Penderita juga seringkali pergi ke toilet untuk buang air kecil tetapi yang yang keluar jumlahnya hanya sedikit,” ujar Dr Alam dalam sebuah diskusi tentang Infeksi Saluran Kemih di Jakarta, Rabu.

Dr Alam menambahkan, penderita infeksi saluran kemih biasanya juga merasa nyeri di pinggang atau perut bagian bawah dan terkadang disertai rasa mual. ”Untuk lebih memastikan sebaiknya dilakukan tes urin di laboratorium,” ucapnya.

Sedangkan bagi orang yang sudah terkena batu di ginjal, menurut Dr Alam, harus diperiksa untuk mengetahui besarnya ukuran, jenis kekerasan, dan lokasi dari batu tersebut.

”Jika ukuran batunya kurang dari lima milimeter, pasien umumnya cukup dengan makan obat dan banyak minum air putih. Tapi jika ukurannya lebih besar, bisa menggunakan terapi shock wave yang dapat memecahkan batu ginjal,” paparnya.

Untuk mencegah infeksi saluran kemih, Dr Alam menyarankan agar memperbanyak minum air putih. Cara itu juga bisa dilakukan pada penderita yang baru dalam gejala awal.

Dia menambahkan, jumlah ideal dari air putih yang seharusnya diminum oleh seseorang selama satu hari adalah antara dua hingga tiga liter. Air putih sangat penting untuk membilas kuman dan zat yang bila berlebihan bisa menyebabkan pengendapan di saluran kemih.

”Pengendapan tersebut dapat mengkristal dan menimbulkan semacam batu yang bisa membuat luka di saluran kemih,” ucapnya.

Sumber: PdPersi

G-SPOT MITOS ATAU FAKTA

Setelah melalui perdebatan panjang selama lebih dari satu setengah abad, akhirnya para peneliti dari Inggris menemukan lokasi G-Spot wanita.

G-Spot, pertama kali ditemukan keberadaannya pada tahun 1950. Nama itu kemudian muncul dari seorang ginekolog asal Jerman, Ernst Graefenberg.

Dia mengatakan, area sekitar vagina adalah daerah paling sensitif wanita. Bila dirangsang, seorang wanita dapat mencapai tingkat kepuasan atau orgasme.

Tetapi dimana G-Spot itu berada, sempat hilang karena adanya bukti subjektif, bahkan ada beberapa pakar menyatakan G-Spot itu sebenarnya tidak ada.

Sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (21/2/2008), menurut peneliti asal Italia, Emmanuele Jannini, hanya beberapa wanita yang beruntung bisa mendapatkan kepuasan di area tersebut. Meski demikian, Jannini mengaku sependapat dengan para pakar bahwa G-Spot itu sebenarnya tidak ada.

Untuk membuktikannya, Jannini melakukan percobaan di Universitas L'Aquila. Dia menggunakan alat ultrasound pada sembilan orang wanita yang mengaku pernah melakukan orgasme vagina dan 11 wanita yang tidak melakukannya.

Targetnya adalah jaringan kulit tipis yang lokasinya berada di depan dinding vagina di belakang uretra. Untuk kelompok pertama, lebih tebal, dibanding grup yang kedua, kemudian pemeriksaan elektronis yang membuktikan percobaan itu.

Dalam penelitiannya di The Journal of Sexual Medicine, Jannini mengatakan, percobaan yang dilakukannya jelas, yakni wanita yang tidak tahu G-Spotnya tidak dapat memperoleh orgasme vagina.

"Untuk kali pertama, mungkin saja mudah mengatakan dimana letak G-spot wanita. Dan hanya dengan melakukan metode yang tidak mahal," kata Jannini.

Beberapa pakar bahkan mempertanyakan tentang pernyataan Jannini soal G-Spot merupakan bagian dari klitoris, dimana ukurannya sangat bervariasi.

Selain itu, pendapat Jannini kalau G Spot hilang pada wanita yang tidak mempunyai pengalaman melakukan orgasme vagina. Hal itu dipertentangkan oleh beberapa pakar. Menurut mereka, G-Spot ada pada semua wanita, namun memiliki tingkat sensitif yang berbeda-beda.

Wanita yang tidak memiliki G-spot tidak perlu putus asa, "Mereka masih bisa mendapatkan orgasme secara normal melalui stimulasi dari klitoris," imbuh Jannini.

Sumber: detikcom