LIKU_LIKU KEHIDUPAN GAY

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

GAY MENURUT AGAMA

GAY, LESBIAN (HOMOSEKSUAL)

Para alim ulama telah sepakat tentang keharaman homoseksual. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencela dan menghina para pelakunya.

Artinya : Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas” [Al-A’raf : 80-81]

Dalam kisah kaum Nabi Luth ini tampak jelas penyimpangan mereka dari fitrah. Sampai-sampai ketika menjawab perkataan mereka, Nabi Luth mengatakan bahwa perbuatan mereka belum pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya.

BESARNYA DOSA HOMOSEKSUAL SERTA KEKEJIAN DAN KEJELEKANNYA

Kekejian dan kejelekan perilaku homoseksual telah mencapai puncak keburukan, sampai-sampai hewan pun menolaknya. Hampir-hampir kita tidak mendapatkan seekor hewan jantan pun yang mengawini hewan jantan lain. Akan tetapi keanehan itu justru terdapat pada manusia yang telah rusak akalnya dan menggunakan akal tersebut untuk berbuat kejelekan.

Dalam Al-Qur’an Allah menyebut zina dengan kata faahisyah (tanpa alif lam), sedangkan homoseksual dengan al-faahisyah (dengan alif lam), (jka ditinjau dari bahsa Arab) tentunya perbedaan dua kta tersebut sangat besar. Kata faahisyah tanpa alif dan lam dalam bentuk nakirah yang dipakai untuk makna perzinaan menunjukkan bahwa zina merupakan salah satu perbuatan keji dari sekian banyak perbuatan keji. Akan tetapi, untuk perbuatan homoseksual dipakai kata al-faahisyah dengan alif dan lam yang menunjukkan bahwa perbuatan itu mencakup kekejian seluruh perbuatan keji. Maka dari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

Artinya : Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian” [Al-A’raf : 80]

Maknanya, kalian telah mengerjakan perbuatan yang kejelekan dan kekejiannya telah dikukuhkan oleh semua manusia.

Sementara itu, dalam masalah zina, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu faahisyah (perbuatan yang keji) dan suatu jalan yang buruk” [Al-Isra : 32]

Ayat ini menerangkan bahwa zina adalah salah satu perbuatan keji, sedangkan ayat sebelumnya menerangkan bahwa perbuatan homoseksual mencakup kekejian.

Zina dilakukan oleh laki-laki dan perempuan karena secara fitrah di antara laki-laki dan perempuan terdapat kecenderungan antara satu sama lain, yang oleh Islam kecenderungan itu dibimbing dan diberi batasan-batasan syariat serta cara-cara penyaluran yang sebenarnya. Oleh karena itu, Islam menghalalkan nikah dan mengharamkan zina serta memeranginya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

Artinya : Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” [Al-Mukminun : 5-7]

Jadi, hubungan apapun antara laki-laki dan perempuan di luar batasan syariat dinamakan zina. Maka dari itu hubungan antara laki-laki dan perempuan merupakan panggilan fitrah keduanya, adapun penyalurannya bisa dengan cara yang halal, bisa pula dengan yang haram.

Akan tetapi, jika hal itu dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan, maka sama sekali tidak ada hubungannya dengna fitrah. Islam tidak menghalalkannya sama sekali karena pada insting dan fitrah manusia tidak terdapat kecenderungan seks laki-laki kepada laki-laki atau perempuan kepada perempuan. Sehingga jika hal itu terjadi, berarti telah keluar dari batas-batas fitrah dan tabiat manusia, yang selanjutnya melanggar hukum-hukum Allah.

Artinya : Yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian” [Al-A’raf : 80]

Mujtahid berkata : “Orang yang melakukan perbuatan homoseksual meskipun dia mandi dengan setiap tetesan air dari langit dan bumi masih tetap najis”.

Fudhail Ibnu Iyadh berkata : “Andaikan pelaku homoseksual mandi dengan setiap tetesan air langit maka dia akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak suci”.

Artinya, air tersebut tidak bisa menghilangkan dosa homoseksual yang sangat besar yang menjauhkan antara dia dengan Rabbnya. Hal ini menunjukkan betapa mengerikannya dosa perbuatan tersebut.

Amr bin Dinar berkata menafsirkan ayat diatas : “Tidaklah sesama laki-laki saling meniduri melainkan termasuk kaum Nabi Luth”.

Al-Walid bin Abdul Malik berkata : “Seandainya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menceritakan kepada kita berita tentang kaum Nabi luth, maka aku tidak pernah berfikir kalau ada laki-laki yang menggauli laki-laki”.

Maka sungguh menakjubkan manakala kita melihat kebiasaan yang sangat jelek dari kaum Nabi Luth ini –yang telah Allah binasakan- tersebar diantara manusia, padahal kebiasaan itu hampir-hampir tidak terdapat pada hewan. Kita tidak akan mendatapkan seekor hewan jantan pun yang menggauli hewan jantan lainnya kecuali sedikit dan jarang sekali, seperti keledai.

Maka itulah arti dari firman Allah berikut.

Artinya : Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas” [Al-A’raf :81]

Allah mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya perbuatan keji itu belum pernah dilakukan oleh siapapun di muka bumi ini, dan itu mencakup manusia dan hewan.

Apabila seorang manusia cenderung menyalurkan syahwatnya dengan cara yang hewan saja enggan melakukannya, maka kita bisa tahu bagaimana kondisi kejiwaan manusia itu. Bukankah ini merupakan musibah yang paling besar yang menurunkan derajat manusia dibawah derajat hewan?!

Maksud dari penjelasan di atas adalah sebagai berikut.

Pertama : Jika penyakit ini tersebar di tengah umat manusia, maka keturunan manusia itu akan punah karena laki-laki sudah tidak membutuhkan wanita. Populasi manusia akan semakin berkurang secara berangsur.

Kedua :Pelaku homoseksual tidak mau menyalurkan nafsu biologisnya kepada perempuan. Jika dia telah beristeri, maka dia akan mengabaikan isterinya dan menjadikannya pemuas orang-orang yang rusak. Dan jika dia masih bujangan, maka dia tidak akan berfikir untuk menikah. Sehingga, apabila homosek ini telah merata dalam sebuah kelompok masyarakat, maka kaum laki-lakinya tidak akan lagi merasa membutuhkan perempuan. Akibatnya, tersia-siakanlah kaum wanita. Mereka tidak mendapatkan tempat berlindung dan tidak mendapatkan orang yang mengasihi kelemahan mereka. Disinilah letak bahaya sosial homoseksual yang berkepanjangan.

Ketiga : Pelaku homoseksual tidak peduli dengan kerusakan akhlak yang ada disekitarnya.

CIRI-CIRI KAUM HOMOSEKS

[1]. Fitrah dan tabiat mereka terbalik dan berubah dari fitrah yang telah Allah ciptakan pada pria, yaitu kehendak kepada wanita bukan kepada laki-laki.

[2]. Mereka mendapatkan kelezatan dan kebahagian apabila mereka dapat melampiaskan syahwat mereka pada tempat-tempat yang najis dan kotor dan melepaskan air kehidupan (mani) di situ.

[3]. Rasa malu, tabiat, dan kejantanan mereka lebih rendah daripada hewan.

[4]. Pikiran dan ambisi mereka setiap saat selalu terfokus kepada perbuatan keji itu karena laki-laki senantiasa ada di hadapan mereka di setiap waktu. Apabila mereka melihat salah seorang di antaranya, baik anak kecil, pemuda atau orang yang sudah berumur, maka mereka akan menginginkannya baik sebagai objek ataupun pelaku.

[5]. Rasa malu mereka kecil. Mereka tidak malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala juga kepada makhlukNya. Tidak ada kebaikan yang diharapkan dari mereka.

[6]. Mereka tidak tampak kuat dan jantan. Mereka lemah di hadapan setiap laki-laki karena merasa butuh kepadanya.

[7]. Allah mensifati mereka sebagai orang fasik dan pelaku kejelekan ; “Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik” [Al-Anbiya : 74]

[8]. Mereka disebut juga sebagai orang-orang yang melampui batas : “Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melapaui batas” [Al-A’raf : 81]. Artinya, mereka melampaui batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Allah.

[9]. Allah menamakan mereka sebagai kaum perusak dan orang yang zhalim :”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [Al-Ankabut : 30-31]

AZAB DAN SIKSA KAUM NABI LUTH

Disebutkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menhujani mereka dengan batu. Tidak tersisa seorangpun melainkan dia terhujani batu tersebut. Sampai-sampai disebutkan bahwa salah seorang dari pedagang di Mekkah juga terkena hujan batu sekeluarnya dari kota itu. Kerasnya azab tersebut menunjukkan bahwa homoseksual merupakan perbuatan yang paling keji sebagaimana yang disebutkan dalam dalil.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 (no. 7337)]

Arti dari laknat Allah adalah kemurkaanNya, dan terjauhkan dari rahmatNya. Allah membalik negeri kaum Luth dan menghujani mereka dengan batu-batu (berasal) dari tanah yang terbakar dari Neraka Jahannam yang susul-menyusul. Tertulis di atas batu-batu itu nama-nama kaum tersebut sebagaimana yang dikatakan Al-Jauhari.

GAY BEBAS MENIKAH

Gay Makin Bebas Menikah

Diantara pro-kontra dan pandangan sinis yang datang, perlahan tapi pasti, eksistensi kaum gay kini makin jelas. Disyukuri atau disayangkan?

Usaha keras kaum gay untuk bisa diterima di masyarakat, boleh dibilang berhasil. Cara berpikir masyarakat terhadap mereka, berangsur berubah. Buktinya, kini semakin banyak pihak yang menyediakan akomodasi bagi kaum gay.

Tak hanya berupa fasilitas tempat "ngegeber" khusus gay dan lesbian, tapi juga berbagai daily products yang dijual di pasar. Bahkan, kalau boleh dibilang, sebagian besar produk fashion untuk "orang kosmo", mengarah pada eliminasi gender dan berbau gay.

Para gay pun ibarat mendapat angin segar. Apalagi, kalau mau jujur, tak sedikit kaum gay yang punta kemampuan intelektual diatas rata-rata orang non-gay. Mereka pun semakin bebas berekspresi. Dan secara berangsur, citra gay sebagai pekerja salon belaka pun mulai terhapus.

Pernikahan gay

Tapi perjuangan kaum gay tak cukup sampai disitu. Mereka masih dihadapkan pada satu ganjalan besar, yang tak begitu saja bisa dilalui, yakni hukum yang membolehkan pernikahan sesama gay.

Siapapun tahu, itu adalah "pemintaan" yang sulit dan impossible dipenuhi. Apalagi bila "permintaan" itu dikaitkan dengan prinsip hukum agama. Tapi, norma budaya dan hukum dunia nampaknya ikut berubah.

Pemerintah Belanda, telah memberi izin pernikahan antargay, sejak Desember 2000 lalu. Dan beberapa pekan lalu, Pemerintah Belgia melakukan voting untuk mencapai kesepakatan perlu tidaknya memberi izin pernikahan antar gay.

Meski mendapat tentangan dari Francophone Liberals, Vlaams Blok dan Francophone Christian Democrats, tapi pengamat politik setempat merasa yakin Pemerintah Belgia akan memberi izin bagi pernikahan antargay.

Kalau prediksi itu tepat, maka Belgia akan menjadi negara kedua yang membolehkan pernikahan antargay di dunia, menyusul Belanda.

LESBIAN dan GAY PUNYA HAK UNTUK HIDUP


Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail


Keberadaan kaum lesbian (perempuan yang memiliki kecenderungan seksual terhadap perempuan lain) dan gay (lelaki yang memiliki kecenderungan seksual terhadap lelaki lain) di negeri ini dianggap seperti penyakit. Mereka dipandang sebagai manusia yang telah melanggar ketentuan atau sunnah Allah, dekat dengan prostitusi dan kehadirannya layak untuk dihilangkan. Alhasil, kebanyakan kaum lesbian takut membuka diri ke publik.

Saya kira kerisauan ini yang mendasari diadakannya Workshop Gender Sexuality an Human Right in Moslem Community, beberapa waktu lalu oleh PP Fatayat NU.

Memang harus diakui agama Islam memberikan keterangan jelas tentang keharaman atau ketidokbolehan menjadi lesbian atau gay, atau dalam bahasa agama liwath. Di dalam surat al-A’raf: 81 diterangkan: Wahai kaumku (kata Nabi Luth), kalian telah mencumbu para lelaki didubur mereka dengan penuh nafsu, padahal Allah dengan jelas telah menghalalkan apa yang dimiliki perempuan, namun kalian malah mendatangi sebaliknya, yang itu diharamkan Allah, itu semua sudah melampui batas.

Dengan larangan agama itu, bagi saya wajar kalau masyarakat masih mempunyai pemikiran negatif terhadap kehadiran mereka.

Tapi perlu direnungkan juga bahwa lesbian adalah manusia. Insan yang diciptakan oleh Allah yang diberi hak untuk hidup. Karena itu mereka memiliki hak itu sebagaimana layaknya manusia pada umumnya.

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak tertentu yang mengatasnamakan agama kepada kaum lesbian atau gay, menurut hemat saya merupakan tindakan yang tidak tepat. Apakah sebab pilihannya menjadi lesbian, mereka layak dimusnahkan, dianggap kotoran di muka bumi? Apakah kita layak menyatakan diri sebagai orang yang lebih baik dibanding mereka?

Di dalam dunia yang semakin terbuka seperti ini, siapapun tidak bisa mengklaim dirinya yang paling benar atau suci. Terlebih menganggap yang di luarnya berarti kafir, masuk neraka, atau berada di jalan yang sesat.

Yang sesuai dalam pandangan saya dan pantas dilakukan terhadap mereka adalah kita perlu mengajak mereka untuk berdialog. Mencoba mengerti dan memahami keadaan mereka dan kesulitannya. Setelah itu baru dicarikan solusi bersama. Saya kira itu menjadi jalan terbaik, bukan malah menjauhi mereka apalagi mencibir dan mendiskreditkan mereka. Itu tindakan yang tidak islami.

Ditinggal Istri Karena Memilih Jadi Gay

Meski seorang gay, Indra alias Mami Indri disebut-sebut sudah pernah menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Apa lacur, dikala beristri, sifat gay Indra terulang dan istrinya pun kabur. Sumber di lapangan menyebutkan, Indra adalah lelaki asal Jember yang berkarakter sopan dan pendiam, tidak ingin mencari masalah dengan orang lain. Memang, di lingkungan massage tidak banyak yang mengenal Indra yang menjadi gay sejak kecil. Karena kesehari-hariannya dia tidak pernah keluar. Statusnya sebagai kasir di Putri Sari Bali Massage terletak di Jalan Dewata IX Cargo Permai Denpasar. “Dia gay sejak kecil. Sudah pernah menikah. Punya anak perempuan umur 5 tahun,” beber seorang temannya. Temannya yang juga seorang gay itu mengatakan, dia sudah lama mengenal Indra. Bahkan, saat Indra menikahi wanita penghibur, juga dia tau. Dijelaskannya, ketika menikah, sifat Indra sebagai seorang gay, menghilang drastis. Akan tetapi, setelah menikah dan dikaruniai anak perempuan usia 5 tahun sifat Indra berubah. “Sifat gay-nya muncul lagi. Makanya istrinya gak tahan dan kabur. Istrinya juga pelacur. Tidak ada gelagat aneh. Dia sebelumnya sempat pamit ke Jember ternyata tidak pulang-pulang," ujar teman korban.

TANDA_TANDA HARI KIAMAT

Mari kita bahas tanda-tanda kiamat.

Pertama, mari membahas tanda-tanda kiamat kecil. Menurut para ulama, tanda-tanda kiamat kecil adalah :

1. Penaklukan BaitulMaqdis
2. Zina merajalela
3. Penyanyi wanita semakin banyak
4. Banyak orang menuntut ilmu karena jabatan atau pangkat
5. Bulan sabit terlihat semakit dekat
6. Banyak orang yang menginginkan bunuh diri

Masih banyak lagi tanda-tanda lainnya. Buka halaman aslinya di wikipedia : http://ms.wikipedia.org/wiki/Tanda-tanda_kiamat_kecil

Sementara tanda-tanda kiamat besar, adalah sebagai berikut :

1. Keluar sejenis binatang dari bumi bernama Daabatul Ardii.
2. Lahirnya Dajjal.
3. Keluar asap tebal.
4. Turunnya Nabi Isa A.S.
5. Kemunculan Imam Mahdi.
6. Matahari terbit ke arah barat.
7. Keluarnya suku Yajuj dan Majuj.
8. Perempuan mengandung akan terburai kandungannya.
9. Terdengar tiupan sangkakala pertama.

Menurut saya, sekarang kita sedang memasuki fase kiamat kecil, di mana Zina merajalela, banyak orang yang menginginkan bunuh diri, dll.

Manusia tidak akan mampu mengalahkan kekuatan Allah swt., dan kiamat tidak dapat dihindari oleh Manusia.

Allahu’alam..

SURGA....NERAKA....MENINGGAL

Surga...
Neraka...
Meninggal...

Kata-kata diatas sudah tidak asing lagi dalam keseharian kita. Bahkan kata-kata tersebut sudah kita hafal mati dan bahkan sudah menjadi nyanyian sehari-hari ditelinga kita malahan ada diantara saudara/i kita ada yang menganggap sangat biasa kata-kata tersebut dan seolah tidak memperdulikannya lagi, kita belum dan bahkan yang paling menyedihkan lagi kita tidak ada usaha untuk benar-benar memaknai dan memahami kata-kata diatas.

Beberapa dari kita serasa sudah begitu hebat dan seakan menyepelekan kata-kata diatas (na'udzubillah),tapi pernahkan kita berpikir dan ingin tau arti,maksud bahkan apa yang ada didalam (surga,neraka), apa yang sudah dan akan terjadi pada kita sesaat setelah kita meninggal. Niscaya kalo kita benar-benar paham akan makna dari semuanya kita akan takut lagi melakukan dosa dan benar-benar mengerti bahwa dunia ini hanyalah ujian dan bagiandari perjalan menuju alam yang kekal disana.

Allahu akbar....
Allah Maha Besar...
Seandainya kita tau, kita paham akan kata-kata diatas niscaya kita akan sedih dan secara tidak sadar air mata berderai,dada serasa sesak dan tenggorokan seakan dipenuhi oleh sesuatu, semua ini ungkapan dari hati akan begitu banyakdosa yang telah kita perbuat baik yang kita sengaja maupun tidak sengaja, baik yang kita sadari maupun yang kitatidak sadari. Ya Rabb.....ampunilah diri yang dipenuhi dosa ini.

Kita semua tau mana yang baik yang mana yang buruk, yang mana yang dilarang agama dan yang dibolehkan dalam agama, tetapi kenapa masih saja banyak diantara kita yang seolah menutup mata dan telinga dan lebih parahnya lagi membohongi diri sendiri, berusaha melawan hati nurani kita masing-masing, mencari seribu satu alasan untuk membenarkan yang salah menyalahkan yang benar, apa kita masih belum sadar....semua kata-kata ini nyata, ini bukan hanya permainan kata yang hanya ada di negri dongeng, semua kata-kata diatas memiliki makna dan akan menunjukkan kebenarannya suatu saat kepada diri kita masing-masing. (Semoga kita tergolong hamba-hambanNya yang hidup dalam surganya dan kembali padanya dalam keadaan fitrah_amin. Bukan termasuk golongan yang mendapatkan siksa yang tiada henti-hentinya dineraka_na'udzubillah min dzalik).

Tidak ada satupun yang bernyawa tidak merasakan yang namanya meninggal/mati. Jangankan manusia, tumbuhan, hewanyang ada disekeliling kita akan mati dan kitapun menyaksikan itu, coba liat kembali silsilah keluarga kita, sudah berapa banyak keluarga kita yang sudah kembali kepadaNya dan itu nyata bahkan tidak jarang kita menyaksikan kepergian mereka, menyaksikan mereka sudah tidak berdaya,menyaksikan mereka dikafani, menyaksikan mereka dimandikan, menyaksikan mereka dikebumikan, apa contoh2 tersebut masih belum menyadarkan kita, suatu saat entah detik ini, menit ini, jam ini, hati ini, minggu ini bahkan bulan ini kita pun akan seperti itu, pada saat waktu itu tiba dapatkan kita meminta tolong padaNya tambahkan umurku Rabb, aku ingin bertobat aku begitu berlumur dosa,,,tolong,,,tolong,,,(anak kecilpun tau jawaban akan pertanyaan ini, apalagi kita yg sudah menjadi dewasa).

Setiap yang bernyawa sudah diberikan target masing-masing sampai pada saat dia harus kembali padaNya.Kita tidak tau kapan kita akan diambil olehNya, maka seandainya kita tergolong orang-orang yang takut padaNya, kita tidak akan menunda-nunda untuk melaksanakan perintahNya, menjauhi laranganNya, tidak menunda-nunda melakukan suatu kebajikan ikhlas Allah Ta'ala.

Banyak orang yang berkata jangan melihat ke belakang, hidup adalah hari ini dan hari esok jika itu masih untukmu.Tapi bagaimanapun dosa-dosa yang telah kita perbuat adanya dimasa lalu di hari kemarin dari hari ini, sebab hari esok belum pasti untuk kita.Coba kita renungkan, dosa....dosa....dosa....begitu banyak dosa kita dimasa lalu, dan sayapun sadar betul akan dosa-dosa yang telah kuperbuat, saya sangat sedih,,,,biar kumenangis sampai mataku memerah dan bengkakpun tidak akan mengembalikanku ke masa lalu ke masa dosa-dosaku yang kuperbuat dimana mata hati dan telingaku dibutakan oleh cerita dunia dan cerita cinta yang hampa yang hanya mampu membawaku kedalam jurang dosa (na'udzubillah).

Surga...
Neraka...
Kata-kata inipun sering bahkan selalu menjadi penghias dilirik-lirik lagu dan dinyanyikan seakan begitu ringan maknanya,padahal jika kita tau artinya, apa yang ada didalamnya, apa yang dilarang dan disyaratkan masuk kedalamnya. Kadang terbersit dihatiku, apakah di zaman seperti ini dimana banyak cerita dunia yang menguasai bathin dan raga, adakah manusia yang layak atau sanggup masuk ke surgaNya? Merasakan betapa indahnya kehidupan kekal disana. (semoga kita menjadi bagian darinya.amin).Beda dengan neraka, sangatlah mudah bahkan begitu banyak tempat-tempat/ fasilitas dunia yang tersedia agar mempermudah penghuninya untuk berlari dalam hidup dan mati mereka untuk berenang dalam panasnya api neraka.(na'udzubillah).
Tapi bagiNya semuanya mungkin, sekarang kembali ke diri kita masing-masing kita ingin menjadi bagian dari mana?
Surga...atau...Neraka...
Semua ada didepan mata, kita ingin menjadi bagian dari yang mana?
Surga...yang begitu indah, tidak semudah itu menjadi bagian darinya tapi bukan berarti menjadi sesuatu yang tidak mungkin.
Neraka...tempat yang begitu dipenuhi derita, sangatlah mudah menajdi bagian darinya.
Sekarang tanyalah ke bathin dan jiwa kita masing-masing ingin hidup kekal dimana?
Secara logika siapa sih yang menjawab mau masuk ke neraka?
Tentu saja semua akan menjawab ingin masuk Surga, tapi apakah kita sudah memenuhi syarat untuk hidup didalamnya?
Sekarang berniatlah dalam hati kita saudara/i ku ingin menjadi salah satu penghuni indahnya alam Surga,jikalaupun kita diambil olehNya detik ini, setidaknya kita sudah berniat jadi hambanya yang beriman. Allahu Alam.

KUMOHON RESTUILAH KAMI

Ya Allah, kumohon
Jika saat ini aku jatuh cinta
Semoga dialah
Yang dapat membuatku lebih mencintaiMu

Ya Allah, kumohon
Jika saat ini aku jatuh cinta
Jangan biarkan aku larut dalam rasaku
Dan membuatku melupakanMu

Ya Allah, kami sudah
Memiliki niat suci ini
Bersama mengasah harapan
Membangun cita-cita

Ya Allah, kumohon
Jika dia memang baik untuk dunia akhiratku
Jika dia dapat mencintai dan menyayangiku dengan tulus
Jika dia dapat membimbing untuk dunia dan akhiratku

Ya Allah, kumohon
Ijinkanlah kami untuk bersatu
Ijinkanlah kami untuk hidup bersama dalam naungan cintaMu
Ijinkanlah kami bersama-sama menuju surga dunia dan surga akhiratMu

Ya Allah, kumohon restuilah kami untuk bersatu...

MENJEMPUT KEMATIAN

Ada satu kepastian diantara ketidakpastian dalam kehidupan manusia. Dimana secara sadar atau tidak, manusia sesungguhnya menuju kepadanya. Tidak perduli apakah ia siap atau tidak, tua atau muda, cepat atau lambat. Bagi sebagian manusia, ia hanyalah proses alamiah dalam sebuah kehidupan. Menjadi akhir peristirahatan dari segala kegalauan. Bagi sebagian lain ia adalah awal dari sebuah kehidupan. Itulah kematian.

Ibarat sebuah sungai, muaranya merupakan merupakan pintu gerbang samudra. Begitu pula dengan kematian, ia adalah muara bagi pintu gerbang samudra kehidupan yang luas dan kekal. Tiada hal yang membuat Basuki (30) curiga bahwa pada awal November 2002 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta lalu merupakan hari terakhirnya merasakan kehidupan setelah sedan yang ditumpanginya ditabrak Panther. Begitu pula dengan seorang jama'ah haji yang pada saat itu bersama penulis sedang menempuh perjalan menuju Madinah. Iapun tidak menyangka bahwa itulah perjalanannya yang terakhir setelah menyelesaikan prosesi haji dan sholat dzuhur hari itu.

Sesungguhnya manusia telah memilih bagaimana akhir kehidupannya. Dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya. Sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah kemungkinan besar ia akan menghadapi kematiannya. Karena sesungguhnya dengan menjalani kehidupan berarti kita sedang berjalan menuju kematian kita.


Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu semua melarikan diri darinya itu, pasti akan menemui kamu, kemudian kamu semua akan dikembalikan ke Dzat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib serta yang nyata.' (QS. Jum'ah:8).


Orang-orang yang berfikir secara kerdil dan menjatuhkan diri kepada keduniawian akan berlari dengan segala kemampuan yang ada dari kematian. Kematian merupakan momok yang menakutkan yang akan mengambil segala yang telah diusahakan selama hidupnya. Padahal jauh berabad-abad dahulu Rasulullahpun telah mengingakan akan kematian dalam sebuah sabdanya :

Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan (kematian). (HR. Tirmidzi)

Sementara manusia-manusia yang cerdas menjadikan kehidupannya bukan hanya sebagai sarana menghadapi dan mempersiapkan kematian namun menjemput kematian melalui seni kematian. Paradigma seni kematian memang masih aneh dalam fikiran masyarakat saat ini. Kematian hanyalah kematian. Bagaimana mungkin sesuatu yang nafsu membenci bertemu dengannya menjadi sesuatu yang jiwa bergairah berjumpa dengannya ? Inilah salah satu ajaran Islam yang agung, mengatur dari hal-hal kecil kehidupan sampai kenegaraan, dari awal memulai kehidupan sampai bagaimana menjemput kematian dalam koridor-Nya.

Bagi orang-orang cerdas ini, kematian adalah panglima nasihat dan guru kehidupan. Sedikit saja ia lengah dari memikirkan kematian maka ia telah kehilangan guru terbaik dalam hidupnya. Inilah yang membuat seorang Sayyid Qutb berkata di tiang gantungan Rezim Pemerintah Gamal Abdun Naser berkata, ''Hiduplah Anda dalam keadaan mulia, atau matilah dalam keadaan mati syahid''.

Seni kematian yang paling indah juga dicontohkan para sahabat dalam membela risalah Islam dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Cukuplah kematian itu sebagai penasehat. (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Secerdas-cerdasnya manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang benar-benar cerdas dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat. (HR. Ibnu Majah)

Sekarang adakah dalam hati kita kematian itu sebagai penasihat terbaik kita dan memulai menata hati, jiwa dan raga untuk menjemput kematian dengan seni kematian yang begitu indah dalam Islam. Semoga, selagi masih ada waktu.
Wallohu a'alam.

------------------Sumber: Menjemput Kematian oleh Abu Saifulhaq Asaduddin - Alhikmah

AKU DIMAKAMKAN HARI INI



Perlahan, tubuhku ditutupi tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain,
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri,disini, menunggu perhitungan ...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...
Aku akan berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah aku sakiti hatinya
yang selama ini telah aku bohongi
Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering ku umbar dulu.

Dan Tuhan,beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu ...

beri juga aku waktu,untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh-sungguh beramal soleh,
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu,
bersama mereka ...

begitu sesal diri ini,
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia-siaan,
kesenangan yang pernah kuraih dulu,tak ada artinya sama sekali ...

mengapa ku sia-siakan saja,
waktu hidup yang hanya sekali itu,
andai ku bisa putar ulang waktu itu ...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...

( Riza P.N )
Milis Feui82
Dikirim oleh: Gatot WagionoKamis, 4 September 2003

(jika kita semua betul2 meresapi kalimat per kalimat, sungguh tulisan yg begitu menyentuh hati.mth)